China tolak tekanan ekonomi AS terhadap Iran

4 hours ago 4

Istanbul (ANTARA) - China, Kamis, menolak pemberlakuan tekanan ekonomi penentu (Economic D-Day) Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terhadap Iran dan menekankan pentingnya penyelesaian konflik melalui jalur diplomatik.

“Penerapan sanksi dan tekanan tidak membantu menyelesaikan masalah,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian kepada wartawan di Beijing.

“China menyerukan kepada pihak-pihak terkait untuk mengambil langkah yang bertanggung jawab dan menyelesaikan masalah melalui cara-cara diplomatik dan politik,” ujar Lin.

Presiden AS Donald Trump, Rabu (19/8) mengumumkan apa yang disebutnya sebagai “operasi ekonomi paling menghancurkan yang pernah dilakukan terhadap negara mana pun”, sekaligus meningkatkan kampanye AS untuk mengisolasi Iran dan memperingatkan negara serta perusahaan yang membantu Teheran akan menghadapi konsekuensi ekonomi yang berat.

Trump mengatakan AS akan berupaya memutus jalur keuangan dan perdagangan yang memberikan dukungan ekonomi kepada Iran.

“Hari ini, saya juga mengumumkan bahwa negara mana pun yang mengizinkan lembaga keuangan, perusahaan, bandara, atau entitas pemerintahnya memberikan segala bentuk bantuan kepada Iran akan menghadapi konsekuensi ekonomi yang sangat besar,” katanya.

China merupakan salah satu importir terbesar minyak Iran.

Trump secara khusus menyebut penyelundupan minyak, jalur pertukaran keuangan, transfer uang tunai, perusahaan penukaran valuta asing, pendaftaran kapal, dan perusahaan kedok sebagai kegiatan yang harus dihentikan.

“Semua itu harus dihentikan sekarang,” katanya.

Pada Februari, AS dan Israel melancarkan perang terhadap Iran yang menewaskan ribuan orang. Teheran kemudian membalas dengan menyerang pangkalan dan aset AS di Timur Tengah.

Teheran telah menutup Selat Hormuz, sementara militer AS memberlakukan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran. Meskipun kedua pihak telah mencapai kesepakatan untuk mengakhiri perang, serangan balasan secara berkala masih terus terjadi.

Sumber: Anadolu

Baca juga: Iran sebut "Hari-H Ekonomi" Trump pengalihan krisis Amerika

Baca juga: IRGC: Iran siapkan senjata lebih dahsyat jika permusuhan kembali pecah

Penerjemah: Kuntum Khaira Riswan
Editor: Primayanti
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |