Kadisdik: Aceh jadi salah satu fokus perbaikan fasilitas pendidikan

2 months ago 9
...Bantuan tersebut tentu sangat dibutuhkan dan sangat membantu Aceh yang mengalami kerusakan parah akibat bencana alam

Banda Aceh (ANTARA) - Plt Kepala Dinas Pendidikan Aceh Murthalamuddin menyatakan Aceh menjadi salah satu provinsi fokus dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk perbaikan sarana dan prasarana yang rusak akibat banjir dan tanah longsor.

"Alhamdulillah Aceh menjadi salah satu provinsi yang menjadi fokus dari program revitalisasi tahun 2026 Kemendikdasmen," kata di Banda Aceh, Selasa.

Ia menjelaskan sesuai dengan rapat yang diikuti bersama seluruh kepala dinas pendidikan kabupaten/kota, Aceh menjadi prioritas.

Ia mengatakan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah(Mendikdasmen) Abdul Mu'ti memastikan pemerintah telah menyiapkan bantuan untuk perbaikan sarana pendidikan di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat.

"Bantuan tersebut tentu sangat dibutuhkan dan sangat membantu Aceh yang mengalami kerusakan parah akibat bencana alam," kata Murthalamuddin yang juga Juru bicara Pos Komando (Posko) Penanganan Darurat Bencana Hidrometeorologi.

Baca juga: Kemdiktisaintek ambil langkah pulihkan kampus terdampak banjir Sumatra

Data sementara yang dirilis Pos Komando (Posko) Penanganan Darurat Bencana Hidrometeorologi pada Senin (1/12) pukul 14.50 WIB fasilitas sekolah yang rusak akibat banjir dan longsor sebanyak 161 unit.

Pos Komando Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Aceh melaporkan hingga pukul 19.56 WIB malam ini terdapat 173 korban yang ditemukan meninggal dunia akibat bencana banjir dan longsor di Aceh.

"Hingga update terakhir malam ini korban yang meninggal dunia dilaporkan sebanyak 173 orang," kata Ketua Tim Posko Tanggap Darurat Bencana Aceh M Nasir di Banda Aceh, Senin.

M Nasir menjelaskan hingga hari ini dilaporkan bencana hidrometeorologi Aceh yang terjadi sejak 18 November 2025 telah berdampak pada 18 kabupaten/kota di Aceh, tersebar di 226 kecamatan dan 3.310 gampong (desa).

Baca juga: Kemendikdasmen salurkan bantuan, dukung kegiatan belajar pasca-bencana

Kemudian, untuk warga yang terdampak mencapai 214.382 Kepala Keluarga (KK) atau 1.418.872 jiwa, yang 97.305 KK dengan 443,001 jiwa diantaranya mengungsi di 828 lokasi.

"Dari angka itu, 1.435 jiwa mengalami luka ringan, luka berat 403 orang, 173 meninggal, dan 204 masih dinyatakan hilang," kata Nasir.

Baca juga: Pemerintah upayakan sekolah kembali normal di daerah terdampak bencana

Pewarta: M Ifdhal
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |