Banda Aceh (ANTARA) - Pembangunan jembatan bailey Berawang Gajah rampung dan resmi digunakan sehingga kembali menghubungkan empat kampung di Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah yang sempat terisolasi hampir dua bulan karena banjir bandang dan longsor.
"Rampungnya jembatan ini menjadi langkah krusial pemulihan wilayah terdampak bencana," kata Juru Bicara Pos Komando Penanganan Banjir dan Longsor Aceh, Murthalamuddin di Banda Aceh, Provinsi Aceh, Rabu.
Ia menjelaskan dengan berfungsi jembatan bailey Berawang Gajah, akses masyarakat kembali normal dan risiko keselamatan akibat penyeberangan darurat dapat diakhiri.
Sebanyak empat kampung yang kembali terhubung itu, yakni Kekuyang, Burlah, Buge Ara, dan Pantan Reduk.
"Selama jembatan putus, warga terpaksa menyeberangi sungai menggunakan tali sling, termasuk saat membawa hasil bumi dan kebutuhan pokok sehari-hari," katanya.
Baca juga: Akses lancar lagi, TNI rampungkan jembatan permanen di Tapanuli Utara
Ia menjelaskan pembangunan jembatan ini hasil kolaborasi lintas sektor antara personel TNI, pemerintah daerah, BNPB, dan masyarakat setempat.
"Ini bukti kerja bersama yang efektif dalam percepatan penanganan darurat dan pemulihan pasca-bencana," katanya.
Bupati Aceh Tengah Haili Yoga menyampaikan apresiasi atas kerja cepat personel TNI dalam membuka kembali keterisolasian wilayah di Kecamatan Ketol.
“Hari ini menjadi kebahagiaan bagi empat kampung karena jembatan darurat sudah bisa dilewati," katanya.
Ia berharap, dengan rampung pembangunan jembatan bailey Berawang Gajah menjadi kesempatan pemulihan aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat Ketol yang sempat terhenti, sekaligus mempercepat normalisasi kehidupan pasca-bencana di Aceh Tengah.
Ia juga menyampaikan duka atas gugurnya Kapten Muhammad Saugi, Komandan Kompi Yonzipur 16 Kodam Iskandar Muda, akibat kecelakaan lalu lintas sepulang menuntaskan pembangunan jembatan bailey Pelang.
Almarhum, kata dia, aktif memimpin misi kemanusiaan pasca-bencana dengan membangun jembatan bailey dan jembatan darurat lainnya di sejumlah lokasi di Aceh Tengah.
"Kami sangat berduka. Beliau sosok luar biasa yang bekerja keras untuk masyarakat. Semoga pengabdian menjadi amal ibadah," demikian Haili Yoga.
Baca juga: TNI AD rampungkan pembangunan jembatan armco di Sumut
Baca juga: Pemerintah prioritaskan pemulihan konektivitas pascabencana di Aceh
Pewarta: M Ifdhal
Editor: M. Hari Atmoko
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































