Jakarta (ANTARA) - Para petani mengungkapkan keberadaan jembatan gantung di Desa Harumandala, Pangandaran, Jawa Barat, mendatangkan beragam manfaat, seperti mempermudah pendistribusian hasil panen.
“Dulu, akses untuk ke kebun sangat susah. Bahkan pada musim banjir masyarakat tak bisa ke sawah. Kini, keberadaan jembatan gantung yang menghubungkan dua desa di Pangandaran dan Tasikmalaya (Desa Sindangasih) itu sudah terbangun. Jembatan bisa dilalui dengan jalan kaki dan kendaraan roda dua," kata Nuryadin, petani asal Desa Harumandala, Kecamatan Cibubur, dikutip dari keterangan resmi Tim Media Presiden di Jakarta pada Jumat.
Dengan begitu, petani seperti Nuryadin bisa dengan mudah mengangkut hasil panen. Para petani juga bisa menambah volume hasil panen untuk dibawa dalam sekali angkut.
“Jembatan ini memudahkan masyarakat untuk memproses hasil pertaniannya,” kata dia.
Keberadaan jembatan dengan panjang 36 meter itu juga membuat para petani bisa dengan mudah mengakses pasar. Jika dulu harus berjalan memutar dan membutuhkan waktu berjam-jam, kini menuju ke pasar hanya dalam hitungan menit.
"Dengan jembatan ini, tinggal hitungan menit sudah sampai untuk menuju pasar. Kalau dulu harus mutar dan bisa hitungan jam,” kata Nuryadin.
Baca juga: Progres jembatan perintis Aceh Tamiang capai 49,55 persen
Petani di Pangandaran dan Tasikmalaya sebagian besar menggarap padi. Ada juga yang menggarap perkebunan seperti jagung, manggis, durian, hingga kopi.
Nuryadin berharap ke depan jembatan gantung ini bisa dipermanenkan dan diperlebar agar kendaraan roda empat bisa mengaksesnya. Dengan begitu, distribusi hasil tani bisa lebih maksimal.
Sebelumnya, Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa percepatan pembangunan jembatan di berbagai daerah terpencil menjadi prioritas utama pemerintah untuk memastikan akses pendidikan yang aman bagi seluruh anak Indonesia.
Hal tersebut disampaikan Prabowo saat memberikan sambutan dalam Puncak Peringatan Hari Guru Tahun 2025 di Indonesia Arena, Jakarta, pada Jumat, 28 November 2025.
Pada kesempatan tersebut, turut diputarkan video yang memperlihatkan anak-anak di sejumlah daerah harus menyeberangi sungai deras setiap hari demi bisa bersekolah. Video tersebut, menurut Prabowo, menjadi pemantik tindakan cepat pemerintah.
“Ini koruptor-koruptor. Lihat ini. Mereka ke sekolah basah, di sekolah mereka basah, pulang basah,” tegas Prabowo merujuk tayangan video.
Baca juga: Akses warga Desa Harumandala lebih mudah berkat jembatan gantung
Pewarta: Tri Meilani Ameliya
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































