Jalan Tol Cipali dilintasi 279 ribu kendaraan hingga H-6 Lebaran

4 hours ago 4

Cirebon (ANTARA) - Pengelola Jalan Tol Cikopo-Palimanan (Astra Tol Cipali), Jawa Barat, mencatat sebanyak sekitar 279 ribu kendaraan melintas di ruas tol tersebut selama periode H-8 hingga H-6 Lebaran 2026.

“Secara kumulatif, akumulasi kendaraan yang melintas pada periode H-8 hingga H-6 Lebaran mencapai sekitar 279 ribu kendaraan,” kata Sustainability Management & Corporate Communications Dept Head Astra Tol Cipali Ardam Rafif Trisilo dalam keterangannya di Cirebon, Senin.

Ia menjelaskan peningkatan volume kendaraan tersebut mulai terlihat sejak beberapa hari terakhir, seiring meningkatnya mobilitas masyarakat menjelang arus mudik Lebaran.

Ardam menyebutkan pada H-8 Lebaran atau Jumat (13/3), tercatat sekitar 79 ribu kendaraan melintas di ruas Tol Cipali.

Kemudian, kata dia, pada H-7 Lebaran atau Sabtu (14/3), jumlah kendaraan yang melintas meningkat menjadi sekitar 97 ribu unit. Sedangkan pada H-6 Lebaran atau Minggu (15/3), tercatat sekitar 103 ribu kendaraan melintas dengan kondisi lalu lintas di sepanjang ruas tol tersebut terpantau ramai lancar.

“Jumlah kendaraan pada H-6 Lebaran lebih tinggi sekitar 80 persen dibandingkan lalu lintas harian normal di ruas Tol Cipali,” katanya.

Ia menambahkan volume kendaraan pada periode tersebut juga meningkat sekitar 29 persen, dibandingkan periode Lebaran 2025.

Sementara itu, lanjut dia, berdasarkan pemantauan pada Senin (16/3), hingga pukul 17.00 WIB, arus lalu lintas di kedua arah ruas Tol Cipali terpantau lancar dan mulai melandai.

Ia mengemukakan selama periode tersebut, terdapat sekitar 36 ribu kendaraan melintas dari arah Cikopo menuju Cirebon.

“Di arah sebaliknya, sekitar 17 ribu kendaraan tercatat melintas dari arah Cikopo menuju Jakarta,” katanya.

Ia mengimbau para pengguna jalan untuk mempersiapkan kondisi fisik pengemudi serta memastikan kendaraan dalam kondisi prima sebelum melakukan perjalanan, terutama bagi pengendara yang menempuh perjalanan pada malam hari.

Sebelumnya, Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Rudi Setiawan mengatakan kepolisian telah menyiapkan sejumlah rekayasa lalu lintas untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan pada puncak arus mudik Lebaran 2026 di jalur tol maupun arteri.

Menurut dia, rekayasa lalu lintas yang disiapkan antara lain penerapan sistem satu arah (one way) hingga contraflow apabila terjadi peningkatan volume kendaraan secara signifikan.

“Kami memantau melalui kamera dan monitor, memang ada peningkatan dibandingkan hari normal, tetapi belum terjadi kepadatan,” kata Rudi.

Kepolisian memperkirakan puncak arus mudik Lebaran di wilayah Jawa Barat akan terjadi pada 18 hingga 19 Maret 2026, sehingga berbagai skema pengaturan lalu lintas telah disiapkan untuk menjaga kelancaran arus kendaraan pada periode tersebut.

Pewarta: Fathnur Rohman
Editor: Virna P Setyorini
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |