Jakut targetkan lima ruas jalan ada pembatasan trailer

2 months ago 12

Jakarta (ANTARA) - Suku Dinas Perhubungan Jakarta Utara manargetkan lima ruas jalan di wilayah tersebut ada pembatasan operasional truk trailer guna melindungi masyarakat dan mencegah terjadinya kecelakaan.

"Saat ini sudah ada tiga jalan yang resmi dilakukan pembatasan dan targetnya dua ruas jalan lagi," kata Kepala Suku Dinas Perhubungan Jakarta Utara Hendrico Tampubolon di Jakarta, Rabu.

Ia mengatakan pembatasan operasional itu dilakukan di saat jam sibuk di pagi hari pada pukul 06.00-09.00 WIB dan 16.00 sampai 21.00 WIB.

Tiga jalan yang sudah diberlakukan pembatasan trailer adalah ruas Simpang Lima-Pasar Ular di Koja, kawasan Simpang Lima-Tugu dan yang baru diresmikan pada Senin (17/11), yaitu Jalan Raya Cilincing.

Baca juga: Pemkot Jakut perbaiki 5.355 lampu jalan di enam kecamatan

Sementara dua ruas lagi ditargetkan dapat dioperasikan di akhir tahun. Yakni jalur Simpang Lima dengan Sukapura dan Simpang Lima dengan Kelapa Gading.

"Kami memberi ruang bagi masyarakat di saat jam sibuk untuk menggunakan jalan dan tetap menjaga operasional truk trailer tetap berjalan," kata dia.

Menurut dia, langkah ini dilakukan karena maraknya terjadi kecelakaan antara sepeda motor dengan truk berukuran besar. Hal ini merupakan langkah agar tidak terjadi lagi kecelakaan.

"Kami ingin menjaga bisnis berjalan dan warga tetap nyaman dalam berkendara," kata dia.

Baca juga: Pengendara sepeda motor tewas terlindas truk trailer di Jakut

Pemerintah Kota Jakarta Utara (Jakut) mulai menerapkan pembatasan jam operasional truk besar, trailer dan kontainer di Jalan Raya Cilincing pada pagi dan sore hari yang bertujuan untuk meningkatkan keselamatan warga yang menggunakan lajur tersebut.

"Upaya ini muncul setelah melihat kondisi Jalan Raya Cilincing yang sempit dan padat aktivitas warga," kata Wali Kota Jakarta Utara Hendra Hidayat di Jakarta, Selasa (18/11).

Ia mengatakan, pembatasan ini diambil semata-mata demi keamanan dan keselamatan warga mengingat jalan ini lebarnya hanya sekitar 15-16 meter.

Sementara jalur ini dilalui trailer besar dan juga warga yang mengantar anak sekolah, berangkat kerja hingga berkendara motor. "Risikonya tinggi sekali,” kata dia.

Pewarta: Mario Sofia Nasution
Editor: Sri Muryono
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |