Jakarta (ANTARA) - Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga)/Kepala BKKBN Wihaji mengajak masyarakat untuk turut mengurus sampah dari keluarga guna mendukung Gerakan Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI).
"Kita urusi sampah dari keluarga untuk mendukung Gerakan ASRI," kata Wihaji di Jakarta, Kamis.
Ia menegaskan, penanganan sampah tidak bisa dilepaskan dari keluarga yang sehari-hari pasti berhubungan langsung, baik sampah yang tak bisa didaur ulang maupun sampah daur ulang.
Oleh karena itu, dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana), Wihaji menekankan pentingnya saling berkolaborasi untuk menangani urusan keluarga, termasuk sampah yang saling berkelindan di dalamnya.
"Kita tidak bisa bekerja sendiri. Pola pikirnya kita ubah, kita harus berkolaborasi karena semua urusan di negara ini selalu berhubungan dengan keluarga," ujarnya.
Presiden Prabowo Subianto mencanangkan Gerakan Nasional Indonesia Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI). Sebagai bentuk nyata dari gerakan itu, dilakukan aksi bersih sampah di banyak wilayah Indonesia.
Baca juga: Menteri LH ingatkan pemilahan jadi kunci untuk kurangi sampah
Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Hanif Faisol Nurofiq menyatakan bahwa secara nasional, persoalan sampah telah memasuki fase krisis, di mana dari sekitar 143 ribu ton sampah per hari, baru sekitar 24 persen yang terkelola dengan baik.
"Sampah yang kita tangani saat ini merupakan sampah spesifik yang tidak berasal dari rumah tangga dan memerlukan penanganan khusus. Sampah ini muncul akibat kondisi tertentu, termasuk dampak banjir, sehingga harus dikelola secara lebih tepat dan terkontrol," kata Hanif.
Kondisi tersebut berdampak langsung pada kesehatan lingkungan, ekonomi pesisir, serta citra pariwisata Indonesia di tingkat global.
Sementara itu, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya meminta para menteri hingga kepala daerah, mulai dari gubernur, bupati, hingga wali kota untuk memberi contoh penerapan Gerakan ASRI melalui kegiatan bersih-bersih di lingkungan masing-masing.
Teddy menjelaskan permintaan tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto yang mendorong agar gerakan bersih-bersih itu dilakukan secara serentak.
"Pak Presiden kemarin sudah menyampaikan di depan forum, Anda hadir semua, kita mulai Gerakan ASRI. Kepala daerah, dari gubernur, wakil gubernur, bupati, wali kota, semuanya ayo bersih-bersih," ucap Teddy.
Baca juga: Menteri LH: 35 kabupaten/kota sudah tak berstatus darurat sampah
Ia juga mengajak jajaran TNI, Polri, BUMN, hingga kementerian dan lembaga untuk ikut memberikan contoh penerapan Gerakan ASRI.
Pewarta: Lintang Budiyanti Prameswari
Editor: Bambang Sutopo Hadi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































