Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan (Pemkot Jaksel) fokus pada normalisasi Kali Krukut segmen Jalan Prapanca (Kondominium Kintamani) hingga Tendean pada 2026 sebagai bagian dari upaya penanganan banjir.
"Pak Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung juga mengarahkan melakukan normalisasi Kali Krukut zona dari belakang Kintamani sampai Tendean," kata Wali Kota Jakarta Selatan Muhammad Anwar kepada wartawan di Petogogan Jakarta, Selasa.
Anwar mengatakan upaya ini bertujuan untuk mengatasi banjir langganan di Kemang, Petogogan dan sekitarnya dengan memperlancar aliran air Kali Krukut.
Kemudian, rencananya pihaknya akan melakukan sosialisasi kepada warga yang tinggal di sekitaran Kali Krukut untuk dipindahkan atau relokasi ke rusun.
"Kita upayakan nanti tanggal 20 kita sosialisasikan, sebagian warga akan dipindahkan atau akan dibebaskan," ucapnya.
Baca juga: Normalisasi Kali Krukut telan biaya Rp344 miliar
Sementara, Kasudin Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Selatan, Santo menambahkan pihaknya sudah mengusulkan pembebasan lahan di Kali Krukut segmen dari Jalan Prapanca (Kintamani) sampai Jalan Tendean.
"Mudah-mudahan setelah Ciliwung selesai pembenahan, akan berlanjut ke Krukut. Sehingga, nantinya di lingkungan warga di Jakarta Selatan yang dilintasi Kali Krukut tidak terdampak genangan lagi," ucap Santo.
Hingga kini, Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan masih menyiapkan kajian yang diharapkan warga setuju terhadap program normalisasi kali tersebut.
Normalisasi Kali Krukut akan dilakukan sepanjang 1,3 kilometer pada 2026 guna meminimalkan risiko banjir di kawasan padat penduduk tersebut.
Proyek ini mencakup area terdampak seluas 1,52 hektare dengan kebutuhan pembebasan 65 bidang tanah, sebagai bagian dari upaya penataan sistem drainase dan pengendalian banjir di Jakarta Selatan.
Baca juga: Pram sebut normalisasi Kali Krukut harus dilakukan demi atasi banjir
Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta memprakirakan normalisasi Kali Krukut, Cilandak Timur, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, menelan biaya sekitar Rp344 miliar untuk pembebasan lahan.
Penanganan Kali Krukut akan dilakukan bersamaan dengan normalisasi Kali Mampang yang bermuara di belakang Museum Satria Mandala.
Kedua aliran sungai itu menjadi fokus utama dalam upaya pengendalian banjir di Jakarta Selatan.
Pewarta: Luthfia Miranda Putri
Editor: Edy Sujatmiko
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































