Jakarta (ANTARA) - Layanan telekonsultasi kesehatan mental bagi warga Jakarta, JakCare, bisa dimanfaatkan untuk menangani kasus-kasus adiksi termasuk terhadap gim (game) dan rokok serta stres akibat pekerjaan yang dirasakan Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun pekerja kantoran lainnya.
"Dalam penanganannya kami perlu tahu dulu pola adiksinya seperti apa, bagaimana bisa mengganggu dalam kehidupan mereka sehari-hari dan langkah apa saja yang sudah dilakukan," kata Psikolog Layanan JakCare, Liza Gardyanie Hermawan.
Selanjutnya, kata dia dalam "Podcast Rabu Belajar" bertema "JakCARE: Teman Bicaramu Ruang Aman Jiwamu" di Jakarta, Rabu, pihaknya perlu mengetahui efektivitas dari langkah tersebut. "Ini perlu dievaluasi," katanya.
Selain itu, individu yang mengalami adiksi akan menjalani sesi konseling. Apabila nantinya diperlukan maka bisa dirujuk ke klinik yang menangani adiksi ataupun rumah sakit dengan dokter spesialis.
Menurut Liza, persoalan mengenai adiksi bukan hanya kebiasaan tentang buruk namun ada permasalahan jiwa yang perlu ditangani. "Ketika pola ini sudah diketahui, ketika penanganannya cepat maka peluangnya lebih tinggi lagi untuk pulih," kata dia.
Baca juga: Warga yang merasa insomnia diimbau hubungi JakCare
Selain adiksi, stres akibat pekerjaan juga bisa dikonsultasikan melalui JakCare. Biasanya dalam menangani kasus ini, psikolog akan melihat dampak stres yang dialami pasien dalam kehidupan sehari-hari.
"Biasanya saran yang kami berikan dalam sesi konseling bagaimana manajemen waktunya atau teknik relaksasi sederhana untuk bisa meredakan pemikirannya yang cemas," kata Liza.
Upaya penanganan yang dilakukan psikolog lebih kepada menyadarkan pasien untuk menghadapi tekanan pekerjaan dengan lebih sehat. Hal itu karena beban pekerjaan akan tetap ada.
"Memang beban kerja akan tetap ada. Tapi bagaimana caranya kita bisa menghadapinya dengan lebih sehat," ujar dia.
JakCare dapat diakses melalui aplikasi JAKI (Jakarta Kini) atau menghubungi 0800-1500-119 (gratis). Pada prinsipnya, layanan ini diprioritaskan untuk warga DKI Jakarta. Namun, warga luar DKI pun dipersilahkan mengaksesnya.
Baca juga: Pengakses JakCare paling banyak dewasa muda dan remaja
Merujuk data, layanan JakCare sudah diakses sekitar 1.900 penelepon. Dari jumlah tersebut, 1.200 penelepon masuk kategori warna oranye atau risiko tinggi tidak darurat yang memerlukan konsultasi lebih lanjut dengan psikolog klinis.
Lalu, 571 penelepon masuk kategori kuning yakni risiko sedang. Kemudian 113 penelepon kategori hijau atau sehat mental.
Sementara 71 lainnya masuk kategori merah atau kegawatdaruratan psikiatri dan langsung terhubung dengan layanan krisis melalui mekanisme yang telah ditetapkan.
Layanan akan menghubungkan pengguna layanan ke fasilitas pelayanan kesehatan dan instansi/unit pelayanan terkait.
"Jika memang ditemukan indikasi dengan risiko yang tinggi maka kami bekerjasama dengan Pusat Krisis Kegawatdaruratan Kesehatan (PK3D) DKI Jakarta untuk memberikan sistem rujukan," kata Liza.
Baca juga: Warga Jakarta bisa curhat lewat JakCare
Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Sri Muryono
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































