Jakbar genjot penurunan angka stunting lewat perbaikan sanitasi

4 hours ago 3

Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Barat mempercepat penurunan angka stunting di wilayahnya melalui perbaikan sanitasi dan pencapaian status Open Defecation Free (ODF) atau Stop Buang Air Besar Sembarangan (BABS) di seluruh kelurahan.

“Penurunan stunting di Jakarta Barat kini sebesar 17,4 persen. Tantangan yang dihadapi masih ada warga dengan KTP DKI tapi domisilinya di luar,” kata Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kota tahun 2026, Kamis.

Ia menilai, salah satu tantangan utama dalam penanganan stunting adalah masih adanya perilaku buang air besar sembarangan (BABS).

Dari total 56 kelurahan di Jakarta Barat, Iin menyebut saat ini sebanyak 13 kelurahan telah berstatus ODF. Sementara itu, 42 kelurahan telah berkomitmen menuju ODF, dan masih terdapat satu kelurahan yang belum bebas dari praktik BABS.

“Ini akan kita lakukan di tahun 2026. Kami tidak akan menunggu proses yang panjang karena kami ingin semua kelurahan di Jakarta Barat sudah deklarasi ODF, jelas terkait dengan komitmen,” ujarnya.

Baca juga: Jakbar ingatkan peran penting kecamatan dan kelurahan atasi stunting

Adapun untuk mencapainya, Iin menyampaikan akan melibatkan swadaya masyarakat dan kolaborasi dengan sektor swasta karena sangat penting dalam mencapai target tersebut.

“Kita akan lakukan secara mandiri, swadaya dan berkolaborasi dengan beberapa perusahaan, termasuk juga beberapa pengusaha di perusahaan yang akan membantu percepatan ODF ini,” ucapnya.

Tak hanya itu, mantan Kepala Dinas PPAPP DKI Jakarta itu juga memprioritaskan penyediaan sistem pengelolaan air limbah domestik setempat (SPALD), perbaikan sanitasi lingkungan, serta peningkatan layanan kesehatan bagi kelompok rentan.

Program tersebut, kata Iin, mencakup pelayanan kesehatan bagi balita, ibu hamil, ibu bersalin, hingga ibu menyusui sebagai bagian dari upaya terintegrasi dalam menurunkan angka stunting.

“Kemudian prioritas 2027 adalah penyediaan sub SPALD atau perbaikan sanitasi dan juga lingkungan, serta pelayanan kesehatan balita, ibu hamil, ibu bersalin dan ibu menyusui,” imbuhnya.

Dia optimistis dengan penguatan sanitasi, perubahan perilaku hidup bersih, serta dukungan lintas sektor, target ODF dapat tercapai dan angka stunting dapat ditekan secara signifikan.

Baca juga: Libatkan spesialis, Jakbar intervensi 400 balita terindikasi stunting

Baca juga: Jakbar uji coba aplikasi pemantau stunting di tiga kecamatan

Pewarta: Redemptus Elyonai Risky Syukur
Editor: Syaiful Hakim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |