Karawang (ANTARA) - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyebut PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) menjadi satu-satunya industri yang memproduksi kendaraan komersial dengan seluruh produknya telah mengantongi sertifikat tingkat komponen dalam negeri (TKDN).
Pernyataan itu disampaikan dalam seremoni pencapaian produksi ke-300.000 unit Isuzu Karawang Plant di Karawang, Jawa Barat, yang diraih dalam kurun waktu 10 tahun sejak pabrik tersebut mulai beroperasi pada 2015.
"PT IAMI, adalah satu-satunya industri yang memproduksi kendaraan komersial yang semua produknya ber-TKDN," kata Kepala Pusat Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri Kemenperin, Kris Sasono Ngudi Wibowo di pabrik tersebut, Senin.
Baca juga: Pabrik Isuzu di Karawang berhasil capai total produksi 300.000 unit
Kris mencatat saat ini Isuzu memiliki 33 sertifikat TKDN dengan capaian tertinggi nilai TKDN ditambah bobot manfaat perusahaan (BMP) mencapai lebih dari 62 persen.
"Hari ini tercatat Isuzu itu mempunyai 33 sertifikat TKDN dengan rentang lumayan tinggi, tertinggi itu TKDN plus BMP-nya di atas 62 persen. Ini capaian yang luar biasa dan ini salah satu pionir dari industri otomotif dalam melakukan komitmennya dalam peningkatan penggunaan produk dalam negerinya," katanya.
Menurut Kris, capaian tersebut mencerminkan komitmen Isuzu dalam memperkuat penggunaan komponen lokal sekaligus mendukung penguatan struktur industri nasional melalui keterlibatan rantai pasok dalam negeri.
Baca juga: Isuzu raih 354 unit pesanan sepanjang pameran GIICOMVEC 2026
Kemenperin juga menyampaikan bahwa perhitungan TKDN kini mengacu pada Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 35 Tahun 2025 yang menggantikan Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 16 Tahun 2011. Dengan perubahan regulasi tersebut, kementerian meyakini nilai TKDN Isuzu berpotensi meningkat setelah dilakukan pembaruan sertifikasi.
"Saya yakin kalau dihitung dengan ini ada beberapa TKDN yang mungkin tahun depan sudah harus diperbarui, saya yakin angkanya akan lebih dari 62," katanya.
Kementerian Perindustrian berharap keberhasilan Isuzu dapat menjadi inspirasi bagi perusahaan otomotif lain untuk terus meningkatkan kandungan lokal dan memperkuat kolaborasi dengan industri nasional.
Baca juga: Isuzu manfaatkan GIICMOVEC untuk ketahui keinginan konsumen
"Kami berharap keberhasilan PT. IAMI dapat menjadi inspirasi bagi seluruh pemangku kepentingan. Perusahaan-perusahaan sejenis, perusahaan-perusahaan otomotif yang lain untuk terus meningkatkan kandungan lokal dan maka perkuatan kolaborasi dengan industri nasional. Dengan sinergi antara pemerintah dunia usaha kita dapat membutuhkan industri Indonesia yang semakin mandiri, berdaya saing dan berkelanjutan," imbuhnya.
Adapun saat ini, Isuzu Karawang Plant memproduksi kendaraan komersial Isuzu, yakni Isuzu ELF, Isuzu GIGA, dan Isuzu Traga yang menjadi model dengan volume produksi terbesar. Fasilitas tersebut juga memproduksi kendaraan UD Trucks, yaitu UD Quester dan UD Kuzer untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik.
Selain memenuhi pasar domestik, Isuzu Karawang Plant juga menjadi pusat produksi kendaraan komersial untuk ekspor sejak 2019. Hingga kini, kendaraan produksi pabrik tersebut telah diekspor ke 25 negara, termasuk Jepang, Afrika Selatan, Filipina, hingga Panama.
Baca juga: Isuzu perkuat strategi produk dan layanan hadapi tantangan 2026
Baca juga: Isuzu soroti daya beli melambat, pelanggan makin selektif
Pewarta: Pamela Sakina
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026

















































