Iran desak DK PBB tolak draf resolusi Selat Hormuz usulan AS

2 hours ago 4

Markas PBB (ANTARA) - Iran menyerukan agar Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) menolak draf resolusi terkait Selat Hormuz usulan Amerika Serikat.

"Iran menyerukan kepada negara-negara anggota (DK PBB) agar bertindak berdasarkan logika dan keadilan serta prinsip, bukan tekanan, untuk menolak rancangan tersebut dan tidak mendukung atau menjadi pendukung bersama," kata perwakilan Iran di PBB dalam pernyataannya.

Berakhirnya perang secara permanen, penghentian blokade laut, dan pemulihan lalu lintas pelayaran adalah satu-satunya solusi terhadap masalah di Selat Hormuz, ucap perwakilan Iran di PBB itu.

Menurut pihak Iran, Washington mendorong rancangan resolusi yang bermuatan politis dengan dalih kebebasan pelayaran untuk mendorong agenda politik dan melegitimasi tindakan tak sah, alih-alih menyelesaikan krisis.

Baca juga: Arab Saudi peringatkan ancaman terkait Selat Hormuz di DK PBB

Adapun pada Selasa (5/5), Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio mengumumkan pihaknya telah menyerahkan rancangan resolusi DK PBB terkait Selat Hormuz untuk mendesak Iran berhenti melakukan penyerangan, pemasangan ranjau, dan pemungutan biaya lintas.

Rubio mengatakan Washington telah menyesuaikan naskah rancangan resolusi agar bahasanya tidak terlalu rumit.

April lalu, DK PBB gagal mengadopsi usulan resolusi terkait Selat Hormuz setelah ada veto dari dua anggota tetap, yaitu Rusia dan China.

Wakil Tetap Rusia di PBB Vassily Nebenzia mengatakan Moskow tidak dapat mendukung suatu dokumen yang akan menciptakan preseden berbahaya dalam hukum internasional.

Menurut Nebenzia, usulan resolusi tersebut sarat akan unsur-unsur yang timpang, tidak benar, dan konfrontatif; sementara bahasa yang digunakan dapat ditafsirkan oleh negara-negara yang tidak bertanggung jawab untuk melegitimasi penggunaan kekerasan.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti

Baca juga: Asosiasi Korsel sebut blokade Hormuz sulit dibenarkan secara hukum

Baca juga: DK PBB gagal adopsi resolusi kebebasan navigasi di Selat Hormuz

Penerjemah: Nabil Ihsan
Editor: Fransiska Ninditya
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |