ASEAN dukung UMKM lokal tembus pasar global

2 hours ago 4

Jakarta (ANTARA) - Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) mendukung peningkatan partisipasi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal agar mampu menembus pasar global dan memperkuat daya saing ekonomi kawasan.

Berdasarkan siaran pers ASEAN Filipina 2026 yang diakses di Jakarta, Kamis, Wakil Menteri Perdagangan dan Industri (DTI) Allan Gepty menyoroti tujuan ekonomi ASEAN untuk menjaga perdagangan tetap berjalan di tengah krisis Timur Tengah.

"ASEAN adalah komunitas ekonomi yang diposisikan tidak hanya sebagai pasar tetapi juga sebagai pusat produksi," katanya.

Ia menjelaskan, salah satu agenda perdagangan penting ASEAN adalah inklusivitas yang mencakup integrasi UMKM ke dalam rantai nilai global.

"Salah satu caranya dengan memberikan mereka akses pasar yang lebih baik di kawasan ini," ujarnya.

Baca juga: Filipina dorong deklarasi ASEAN tentang kerja sama maritim

Melalui pasar global, katanya, bisnis lokal dapat mengekspor produk dan terhubung dengan rantai nilai global serta mendorong pertumbuhan jasa, investasi, dan penciptaan lapangan kerja.

"Integrasi di kawasan (ASEAN) tidak hanya terbatas pada perdagangan barang. Anda dapat memanfaatkan liberalisasi yang telah kami terapkan pada sektor jasa. Penting juga untuk mendorong lebih banyak investasi karena dapat menciptakan lapangan kerja dan peluang bisnis," tuturnya.

Di bawah Keketuaan Filipina, salah satu Prioritas Hasil Ekonomi adalah pembentukan Pusat Keunggulan ASEAN untuk UMKM yang bertujuan untuk mengintegrasikan semua program, proyek, dan inisiatif tentang UMKM di kawasan.

Allan menuturkan UMKM merupakan jantung pasar ASEAN yang akan meningkatkan kolaborasi regional untuk terus memberdayakan UMKM agar terintegrasi ke pasar global.

Selain itu, Filipina juga mendorong penyelesaian dan penandatanganan Perjanjian Kerangka Kerja Ekonomi Digital, dan pembentukan kerangka kerja untuk interkonektivitas pembayaran regional.

"Platform online adalah salah satu penyeimbang bagi UMKM kita untuk mengakses pasar luar negeri. Dan saya pikir untuk membuat aturan yang akan mengatur transaksi online akan sangat disambut baik, termasuk inisiatif interkonektivitas pembayaran regional," katanya.

Baca juga: Para pemimpin Asia Tenggara mulai tiba di Cebu jelang KTT ke-48 ASEAN

Baca juga: RI dorong percepatan traktat persahabatan ASEAN

Baca juga: Bahlil dampingi Prabowo bahas interkoneksi listrik di KTT ASEAN

Pewarta: Asri Mayang Sari
Editor: Martha Herlinawati Simanjuntak
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |