IPC Terminal Petikemas perkuat operasional lewat peta jalan 2026-2030

2 weeks ago 15

Jakarta (ANTARA) - IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) melaksanakan peta jalan (roadmap) IPC TPK dalam Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) 2026–2030 untuk meningkatkan kualitas layanan kepelabuhanan, memperkuat konektivitas logistik, dan pertumbuhan usaha yang berkelanjutan.

“Penguatan operasional dan layanan merupakan kebutuhan utama agar IPC TPK dapat memberikan manfaat optimal bagi pengguna jasa, masyarakat, dan pemegang saham, sekaligus memperkuat peran pelabuhan dalam mendukung arus logistik nasional,” ujar Direktur Utama IPC Terminal Petikemas Guna Mulyana dalam keterangan resminya yang diterima di Jakarta, Senin.

Roadmap IPC TPK 2026–2030 disusun dalam tiga tahapan pengembangan, yaitu Operational and Service Excellence, Business and Connectivity Enhancement, dan Sustainable Development.

Ketiga tahapan tersebut dirancang untuk menjawab kebutuhan pemangku kepentingan akan layanan terminal petikemas yang andal, terintegrasi, dan berdaya saing di tengah dinamika industri logistik global.

Pada tahap pertama Operational & Service Excellence, IPC TPK memfokuskan penguatan kinerja operasional dan kualitas layanan sebagai fondasi utama. Langkah ini diarahkan untuk memastikan proses bongkar muat yang lebih efisien, aman, dan konsisten, sehingga memberikan kepastian layanan bagi pengguna jasa, pelaku logistik, dan mitra usaha.

Dalam mendukung penguatan tersebut, IPC TPK menjalankan program standardisasi, sistemisasi, dan integrasi operasi terminal secara berkelanjutan, serta mempercepat digitalisasi layanan yang telah dimulai pada tahun sebelumnya guna meningkatkan transparansi, kecepatan layanan, dan kemudahan akses informasi bagi pelanggan.

Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi biaya logistik serta memperkuat kepercayaan pengguna jasa. Pada 2026, inisiatif ini merupakan kelanjutan dari berbagai program transformasi digital yang telah diimplementasikan sepanjang 2025.

Program tersebut antara lain implementasi Terminal Booking System (TBS) untuk meningkatkan keteraturan arus kendaraan dan pelayanan di terminal, implementasi alat pemindai peti kemas guna memperkuat aspek keamanan dan kepatuhan, serta implementasi Terminal Operating System (TOS) Nusantara dengan dua sistem unggulan, yaitu PARAMA dan PRAYA.

Kedua sistem ini menjadi tulang punggung pengelolaan operasional terminal yang terstandar, terintegrasi, dan berbasis data.

Selain penguatan operasional, IPC TPK juga melakukan penataan model bisnis untuk memperkuat perannya sebagai operator terminal petikemas di lingkungan Subholding Pelindo Terminal Petikemas (SPTP). Penataan ini bertujuan menciptakan struktur bisnis yang sehat, kompetitif, dan mampu memberikan nilai tambah bagi pemegang saham.

Melalui penetapan tema dan Roadmap RJPP 2026–2030, kata dia, IPC Terminal Petikemas optimistis dapat terus meningkatkan kualitas layanan terminal petikemas, memperkuat konektivitas logistik, serta memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Baca juga: IPC Terminal Petikemas bukukan kinerja 3,6 juta TEUs sepanjang 2025

Baca juga: IPC Terminal Petikemas bukukan 3,26 juta TEUs jelang tutup tahun

Baca juga: IPC TPK operasikan alat pemindai petikemas perkuat keamanan logistik

Pewarta: Putu Indah Savitri
Editor: Biqwanto Situmorang
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |