Pangkalpinang (ANTARA) - Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB) University, Prof Luky Adrianto menyebut Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) dapat dijadikan sebagai contoh pengembangan blue green island di Indonesia.
"Dalam diplomasi lingkungan pesisir dan laut, Babel harus bisa menjadi contoh sebagai blue green island," kata Prof Luky Adrianto saat menghadiri workshop penyusunan dokumen Transboundary Diagnostic Analysis (TDA) dan Strategic Action Programme (SAP) pengelolaan habitat pesisir, laut, sumber daya perikanan dan pengendalian pencemaran laut Babel di Pangkalpinang, Selasa.
Baca juga: PGN hadirkan teknologi Faspol dukung Green Tourism Karimunjawa
Ia menyebut dalam sudut pandang diplomasi lingkungan pesisir dan laut, pulau-pulau kecil di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ini sangat rentan dan berbeda dengan Provinsi Sumatera Selatan yang berada di daratan.
"Saya mendalami studi pulau kecil dan pulau-pulau kecil di Kepulauan Babel ini berpotensi menjadi ekowisata hijau atau green tourism di Indonesia," ujarnya.
Ia menyatakan ekowisata hijau ini menjadi salah satu alternatif blue ekonomi yang sangat besar guna mendorong pertumbuhan ekonomi daerah kepulauan ini.
"Saya sering ke Pulau Belitung, Pulau Bangka ini memang ada tantangan polemik manusia. Oleh karena itu, tugas kita memitigasi persoalan yang muncul dari manusia dengan cara-cara yang baik," katanya.
Baca juga: Kemenpar fasilitasi pengelola Geopark Kaldera Toba peroleh kartu hijau
Baca juga: Kemenparekraf: Desa wisata hijau bisa datangkan turis berkualitas
Menurut dia, cara yang baik memitigasi persoalan ini tentunya harus dilakukan dengan baik berbasis deviden dan sains.
"Sains ini tentunya tidak cukup, karena teknologi ini harus diimplementasikan dengan pemahaman bersama kepala daerah dan instansi terkait pemerintah di daerah ini," katanya.
Pewarta: Aprionis
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































