IPA: Penguatan hulu migas penting hadapi tantangan imbas geopolitik

3 hours ago 7
Diperlukan eksplorasi yang lebih agresif serta kolaborasi erat antara pemerintah dan pelaku industri

Jakarta (ANTARA) - Asosiasi Petroleum Indonesia (Indonesian Petroleum Association/IPA) menilai penguatan sektor hulu minyak dan gas bumi (migas) nasional penting bagi Indonesia dalam menyikapi berbagai tantangan imbas kondisi geopolitik global saat ini.

Direktur Eksekutif IPA Marjolijn Wajong dalam jumpa pers di Jakarta, Selasa, mengatakan perang di Timur Tengah tak hanya berdampak pada harga komoditas energi yang kian fluktuatif, tapi juga menimbulkan tantangan baru bagi Indonesia dalam mencapai misi ketahanan energi nasional.

“Situasi global saat ini menunjukkan rantai pasok energi sangat rentan terhadap gejolak geopolitik. Indonesia perlu mengantisipasi hal ini dengan memperkuat produksi dalam negeri agar tidak terlalu bergantung pada impor,” kata Marjolijn.

Hal tersebut, lanjut dia, berpotensi memunculkan risiko terhadap pasokan energi nasional, khususnya karena Indonesia masih bergantung dari impor energi untuk memenuhi kebutuhan domestiknya.

Marjolijn menilai, kondisi tersebut mendorong perlunya kolaborasi antara pemerintah dan pelaku industri demi memperkuat ketahanan energi nasional melalui peningkatan produksi dan percepatan eksplorasi di sektor hulu migas.

Ia menambahkan, dinamika geopolitik global saat ini pun harus menjadi momentum bagi Indonesia untuk memperkuat ketahanan energi nasional melalui peningkatan produksi migas dalam negeri.

Menurut dia, Indonesia masih memiliki peluang besar untuk meningkatkan produksi migas nasional.

“Lebih dari 50 persen cekungan migas di Indonesia saat ini belum dieksplorasi, meskipun sebagian besar berada di wilayah timur Indonesia dan laut dalam yang membutuhkan teknologi tinggi serta investasi besar,” ujar Marjolijn.

Ia menilai tantangan industri hulu migas saat ini tidak hanya terletak pada aspek teknis, tetapi juga pada kebutuhan investasi dan tingginya risiko eksplorasi.

Oleh karena itu, imbuh dia, kebijakan pemerintah yang konsisten, kepastian hukum, percepatan perizinan, serta skema fiskal yang kompetitif menjadi kunci utama dalam menarik investor.

“Penemuan cadangan baru menjadi kunci. Tidak cukup hanya mengandalkan proyek yang sudah berjalan. Diperlukan eksplorasi yang lebih agresif serta kolaborasi erat antara pemerintah dan pelaku industri,” kata Marjolijn.

Baca juga: IPA Convex perkuat kolaborasi sektor hulu migas dan ketahanan energi

Baca juga: Pertamina ajak kolaborasi penyedia teknologi genjot produksi migas

Baca juga: Pertamina Hulu Energi catat produksi migas capai 956 MBOEPD

Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |