Cegah keracunan, BGN minta SPPG tak masak mi tanpa juru masak andal

3 hours ago 6
... kami dari BGN pusat sebetulnya sudah membuat surat edaran agar tidak memasak mi jika belum punya chef andal yang menguasai betul bagaimana teknik memasak mi agar tidak cepat basi

Jakarta (ANTARA) - Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang menyatakan pihaknya telah membuat surat edaran kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) agar tidak memasak menu mi tanpa juru masak andal untuk mencegah keracunan pangan.

Hal tersebut disampaikan Nanik usai mengunjungi dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jakarta Timur pada Minggu (10/5) yang menjadi penyebab 147 anak mengalami gangguan pencernaan pada Jumat (8/5) malam.

"Karena seringnya mi bermasalah dengan gangguan pencernaan, kami dari BGN pusat sebetulnya sudah membuat surat edaran agar tidak memasak mi jika belum punya chef andal yang menguasai betul bagaimana teknik memasak mi agar tidak cepat basi. Kami juga sudah menyosialisasikan melalui kepala regional dan koordinator wilayah," katanya dalam Instagram resmi @nanik_deyang dan @sidakbgn yang dikutip dari Jakarta, Selasa.

Baca juga: BRIN tekankan pengawasan maksimal di sejumlah poin krusial Program MBG

Nanik juga menjelaskan pada hari Jumat (8/5) siswa terkena gangguan pencernaan setelah menyantap bakmie Djawa, ayam suwir, pangsit tahu kukus, tauge rebus, timun, tomat, jamur krispi, dan buah semangka.

"Minggu malam saya sidak ke dapur yang mengolah MBG dan menjadi penyebab 147 anak mengalami gangguan pencernaan di Jakarta Timur, dimana 33 diantaranya sempat dirawat, namun hari Senin (11/5) kemarin sudah pulang semua," ucap Nanik.

Baca juga: Pemerintah perkuat sistem pengawasan MBG 3B cegah keracunan

Ia menjelaskan di Jakarta selama Program MBG berjalan 1,5 tahun telah terjadi 10 Kejadian Luar Biasa (KLB) gangguan pencernaan, tujuh diantaranya disebabkan menu mi.

"Agak kaget waktu dikabari menu mi lagi yang dipakai, karena sebulan sebelumnya di Jakarta Timur juga menu spaghetti menjadi penyebab beberapa anak gangguan perut, bahkan sempat ada yang dirawat di rumah sakit yang sama," ujarnya.

Ia mengemukakan menu mi basah atau mi kuning segar memang sangat mudah basi karena kadar air yang tinggi, menjadikannya tempat ideal untuk pertumbuhan mikroorganisme.

Baca juga: Puluhan siswa dari empat sekolah Jaktim diduga keracunan spageti MBG

Pewarta: Lintang Budiyanti Prameswari
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |