London (ANTARA) - Perdana Menteri Inggris Andy Burnham, Rabu (9/9), menegaskan kembali bahwa negara tersebut akan mempertahankan Kepulauan Falkland dan hak-hak penduduknya.
"Kami akan senantiasa menghormati hak penduduk Kepulauan Falkland untuk memilih menjadi warga negara Inggris," kata Burnham kepada para anggota parlemen dalam sesi tanya jawab mingguan Perdana Menteri di Majelis Rendah (House of Commons).
Dia menekankan bahwa sikap terkait kepulauan tersebut "tidak akan pernah" berubah di bawah pemerintahannya.
"Kami akan terus gigih mempertahankannya," katanya.
Pernyataan Burnham muncul setelah pemimpin partai oposisi utama, Partai Konservatif, Kemi Badenoch, menuduh pemerintah menyerahkan wilayah kedaulatan Inggris, termasuk Kepulauan Chagos.
"Negara-negara lain melayangkan klaim atas wilayah kedaulatan kita. Mereka mencium adanya kelemahan," kata Badenoch.
Menanggapi hal itu, Burnham mengatakan bahwa Inggris tidak akan menyerahkan pangkalan Diego Garcia yang terletak di atol karang terpencil di tengah Samudra Hindia, dan pihaknya sedang melakukan pembicaraan dengan AS mengenai masalah tersebut.
Inggris dan Mauritius menandatangani kesepakatan tahun lalu untuk mengalihkan kedaulatan kepulauan di Samudra Hindia tersebut kepada Mauritius.
Kesepakatan itu, yang mengakhiri lebih dari dua abad kekuasaan Inggris, merupakan imbalan atas izin bagi AS dan Inggris untuk terus mengoperasikan pangkalan militer Diego Garcia yang strategis selama 99 tahun ke depan.
Namun, Maladewa menentang kesepakatan tersebut, yang hingga kini belum berlaku dan masih menunggu ratifikasi domestik.
Baru-baru ini, Presiden Maladewa Mohamed Muizzu telah meminta Burnham untuk mengadakan pembicaraan mengenai kedaulatan Kepulauan Chagos.
Sumber: Anadolu
Baca juga: Presiden Argentina janji bela kedaulatan Falkland secara habis-habisan
Baca juga: Inggris tegaskan sikap teguh terkait Kepulauan Falkland
Baca juga: Argentina akan sanksi perusahaan yang garap minyak di Falkland
Penerjemah: Cindy Frishanti Octavia
Editor: Azis Kurmala
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
















































