Jakarta (ANTARA) - Atlet-atlet Indonesia menorehkan tujuh medali emas dan dua rekor ASEAN Para Games (APG) dari cabang olahraga para renang pada hari keempat APG 2025 di Nakhon Ratchasima, Thailand, Sabtu.
"Sungguh di luar dugaan. Alhamdulillah semangat anak-anak terus membara setiap harinya. Beribu terima kasih kepada Kemenpora dan NPC Indonesia atas hasil ini," ujar pelatih para renang Indonesia Agni Herarta ketika dihubungi dari Jakarta.
Tujuh medali emas terkini Indonesia dari para renang itu disumbangkan oleh Jendi Pangabean dari nomor 50 meter gaya kupu-kupu S9 putra (catatan waktu 28,82 detik) dan 200 meter gaya ganti SM9 putra (dua menit 36,33 detik), Januari dari nomor 50 meter gaya bebas S5 putra (33,74 detik) serta Siti Aisyah dari nomor 200 meter gaya punggung S14 putri (dua menit 40,16 detik).
Baca juga: Tenis meja sumbang emas untuk Indonesia di ASEAN Para Games 2025
Kemudian Siti Alfiah dari nomor 50 meter gaya bebas S6 putri (41,04 detik), Zaki Zulkarnain dari nomor 100 meter gaya dada SB9 putra (satu menit 18,93 detik) dan tim estafet 4x100 meter gaya bebas S1-S10 putra (empat menit 17,08 detik).
Sementara dua rekor APG dicatatkan Indonesia melalui Jendi Pangabean pada nomor 50 meter gaya kupu-kupu S9 putra dan tim estafet 4x100 meter gaya bebas S1-S10 putra.
Torehan waktu 28,82 detik Jendi pada nomor tersebut memecahkan rekor sebelumnya 29,77 detik yang tertera atas nama dirinya sendiri.
Tim estafet putra Indonesia, yang diperkuat Abdil Majid Rahman, Zaki Zulkarnain, Rino Saputra dan Jendi Pangabean, memecahkan rekor APG nomor 4x100 meter gaya bebas S1-S10 putra dengan waktu tempuh empat menit 17,08 detik. Pencapaian itu melampaui rekor APG sebelumnya yang juga dimiliki tim Indonesia yakni empat menit 20,20 detik.
Bukan cuma emas, Indonesia pun meraup tambahan 11 medali perak dan tiga perunggu pada hari keempat APG 2025.
Sebanyak 11 medali perak itu datang dari Syuci Indriani (dua medali), Nor Aimah, Abdil Majid Rahman (tiga medali), Bayu Putra Yuda (dua medali), Meliana Ratih Pratama, Simson Abraham Situmorang dan Zaki Zulkarnain.
Adapun perunggu direbut Ubaidillah Amsyar Juba Ramadhani, Riyanti dan Mulyadi.
Dengan tambahan medali-medali tersebut, Indonesia untuk sementara sudah mengumpulkan 22 medali emas, 29 perak dan 17 perunggu dari para renang APG 2025 sampai Sabtu.
Para renang pun menjadi cabang olahraga terbanyak kedua yang memberikan medali untuk Indonesia di APG 2025 setelah para atletik (28 medali emas, 31 perak dan 15 perunggu).
Sampai berita ini diturunkan, Indonesia telah mengantongi 86 medali emas, 93 perak dan 76 perunggu di APG 2025.
Berikut daftar lengkap medali dan catatan waktu atlet para renang Indonesia di ASEAN Para Games 2025 pada Sabtu.
Baca juga: Indonesia tambah satu perunggu dari para menembak APG 2025
*Nomor 400 meter gaya bebas S14 putri
Emas (Thailand) Nattharinee Khajhomantha (lima menit 05,17 detik)
Perak (Indonesia) Syuci Indriani (lima menit 11,98 detik)
Perunggu (Filipina) Claire Calizo (lima menit 52,76 detik)
*Nomor 50 meter gaya kupu-kupu S7-S8 putri
Emas (Malaysia) Carmen Lim 39,46 detik
Perak (Indonesia) Nor Aimah 41,99 detik
Perunggu (Vietnam) Thi Dung Le 44,06 detik.
*Nomor 50 meter gaya kupu-kupu S7 putra
Emas (Singapura) Wei Soong Toh 31,14 detik
Perak (Indonesia) Abdil Majid Rahman 31,55 detik
Perunggu (Filipina) Ernie Gawilan 35,38 detik.
*Nomor 50 meter gaya kupu-kupu S9 putra
Emas (INA) Jendi Panggabean 28,82 detik--rekor APG
Perak (Thailand) Nantawat Ropkob 29.25 detik
Perunggu (Vietnam) Thanh dat Pham 31,48 detik.
*Nomor 50 meter gaya kupu-kupu S10 putra
Emas (Thailandd) Sampachan Samathi 28,41 detik
Perak (Indonesia) Bayu Putra Yuda 29,56 detik
Perunggu (Indonesia) Ubaidillah Amsyar Juba Ramadhani 29,98 detik.
*Nomor 200 meter gaya ganti SM5 putra
Emas (Thailand) Eakapan Songwichean (tiga menit 32,33 detik)
Perak (Thailand) Phuchit Aingchaiyaphum Phuchit (tiga menit 32,77 detik)
Perunggu (Indonesia) Mulyadi (tiga menit 33,37).
*Nomor 50 meter gaya bebas S5 putra
Emas (Indonesia) Januari 33,74 detik
Perak (Vietnam) Vo Thanh Tung 36,49 detik
Perunggu (Malaysia) Muhammad Nur Syaiful bin Zulkafli 36,50 detik.
*Nomor 200 meter gaya punggung S14 putri
Emas (Indonesia) Siti Aisyah (dua menit 40,16 detik)
Perak (Indonesia) Meliana Ratih Pratama (dua menit 52,54 detik)
Perunggu (Thailand) Wachiraphon (dua menit 57,86 detik).
Baca juga: Tampil lepas antarkan Ken Swagumilang sabet emas perdana di APG
*Nomor 50 meter gaya bebas S4 putra
Emas (Myanmar) Nyi Nyi Lin Htet 48,59 detik
Perak (Indonesia) Simson Abraham Situmorang 53,50 detik
Perunggu (Myanmar) Nozin 56,50 detik.
*Nomor 200 meter gaya ganti SM9 putra
Emas (Indonesia) Jendi Panggabean (dua menit 36,33 detik)
Perak (Indonesia) Zaki Zulkarnain (dua menit 39,31)
Perunggu (Vietnam) Ngoc Thiet Nguyen (dua menit 49,68 detik).
*Nomor 50 meter gaya bebas S6 putri
Emas (Indonesia) Siti Alfiah 41,04 detik
Perak (Vietnam) Thi Bhich Nhu 41,44 detik
Perunggu (Indonesia) Riyanti 45,96 detik.
*Nomor 50 meter gaya bebas S7 putra
Emas (Singapura) Wei Soong Toh 29,26 detik
Perak (Indonesia) Abid Majid Rahman 29,51 detik
Perunggu (Thailand) Kaweewat Sittichaiphonniti 34,02 detik.
*Nomor 100 meter gaya dada SB14 putri
Emas (Thailand) Wachiraphon Thavornvasu (satu menit 23,41 detik)
Perak (Indonesia) Syuci Indriani (satu menit 25,03 detik)
Perunggu (Malaysia) Aleeya Fariesya (satu menit 31,67 detik).
*Nomor 100 meter gaya dada SB8 putra
Emas (Malaysia) Abd Halim bin Mohammad (satu menit 16,16 detik)
Perak (Indonesia) Abdil Majid Rahman (satu menit 21,27 detik)
Perunggu (Vietnam) Nguyen Quang Vuong (satu menit 23,65 detik).
*Nomor 100 meter gaya dada SB9 putra
Emas (Indonesia) Zaki Zulkarnain (satu menit 18,93 detik)
Perak (Indonesia) Bayu Putra Yuda (satu menit 19,92 detik)
Perunggu (Filipina) Muhaimin Ulag (satu menit 24,17 detik).
*Nomor estafet 4x100 meter gaya bebas S1-S10 putra
Emas Tim Indonesia (empat menit 17,08 detik)--rekor APG.
Perak Tim Thailand (empat menit 24,11 detik)
Perunggu Tim Vietnam (empat menit 30,26 detik).
Baca juga: Regenerasi atlet dan pelatnas jangka panjang modal Paralimpiade 2028
Pewarta: Michael Siahaan
Editor: Fitri Supratiwi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































