Jakarta (ANTARA) - Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengapresiasi tindakan heroik dokter spesialis anak dr. Erli Meichory Viorika yang memberikan pertolongan pertama pada balita berusia 22 bulan yang mengalami kejang dalam pesawat Citilink Jakarta–Bengkulu.
"IDAI menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas tindakan spontan, heroik, dan profesional dari dokter spesialis anak anggota IDAI yakni dr. Erli Meichory Viorika yang dengan sigap memberikan pertolongan pertama pada seorang balita berusia 22 bulan yang mengalami kejang dalam pesawat Citilink rute Jakarta–Bengkulu," kata Ketua Pengurus Pusat IDAI Dr. dr. Piprim Basarah Yanuarso Sp.A dalam keterangan video yang diterima di Jakarta, Senin.
Piprim menyampaikan bahwa peristiwa tersebut terjadi pada bulan Mei tahun 2025, tetapi baru mendapatkan perhatian luas beberapa waktu terakhir setelah videonya viral di media sosial.
Menurut dia insiden tersebut merupakan pengingat yang nyata bahwa kondisi darurat medis pada anak dapat terjadi di mana saja, kapan saja, dan tanpa direncanakan.
Baca juga: IDAI ingatkan kandungan gula dalam pangan yang kerap disamarkan
Tindakan cepat dan tepat dari rekan dokter spesialis anak yang berada di tempat tersebut dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia di pesawat, kata dia, telah menyelamatkan dan menstabilkan kondisi pasien.
"Ini juga merupakan refleksi langsung dari komitmen profesi dokter anak yang siap membantu dalam situasi apa pun, sesuai dengan sumpah dan etik kedokteran, meskipun berada di luar lingkungan klinis formal," kata dia menambahkan.
Berikutnya, Piprim menyampaikan bahwa IDAI juga mengucapkan terima kasih kepada pihak maskapai Citilink Indonesia atas koordinasi dan dukungan yang diberikan oleh krunya dalam membantu pertolongan tersebut. Dengan demikian, kondisi balita kembali stabil dan dapat melanjutkan penerbangan dengan aman.
Atas kejadian itu, IDAI juga mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya orang tua yang akan melakukan perjalanan jauh bersama bayi dan anak, untuk selalu mempersiapkan diri dengan memeriksakan kondisi kesehatan anak sebelum bepergian.
Persiapan yang dapat dilakukan di antaranya adalah membawa obat-obatan pribadi yang diperlukan serta mengetahui prosedur meminta pertolongan darurat di moda transportasi yang digunakan.
Baca juga: IDAI imbau anak tidak makan buah bekas gigitan kelelawar
Pewarta: Tri Meilani Ameliya
Editor: Riza Mulyadi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































