IBCSD dorong Pemprov Jabar siapkan strategi susut dan sisa pangan

1 week ago 13
Susut dan sisa pangan bukan hanya isu lingkungan tetapi juga isu efisiensi...

Kota Bandung (ANTARA) - Indonesia Business Council for Sustainable Development (IBCSD) mendorong Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyiapkan strategi khusus untuk menekan susut dan sisa pangan yang dinilai menjadi penyumbang utama timbulan sampah di daerah tersebut.

Direktur Eksekutif IBCSD Indah Budiani mengatakan Jawa Barat memiliki peluang besar menjadi percontohan nasional dalam penanganan susut dan sisa pangan, mengingat besarnya jumlah penduduk, aktivitas ekonomi pangan, serta dukungan kebijakan pemerintah daerah.

“Susut dan sisa pangan bukan hanya isu lingkungan, tetapi juga isu efisiensi, daya saing, dan keberlanjutan usaha,” ujar Indah di Bandung, Sabtu.

Menurut dia, penanganan susut dan sisa pangan perlu dilakukan melalui kemitraan lintas sektor, khususnya antara sektor publik dan swasta agar upaya pengurangan dapat berjalan lebih terukur dan berdampak nyata.

Melalui program Gotong Royong Atasi Susut dan Sisa Pangan (GRASP) menuju 2030, IBCSD mendorong kolaborasi multipihak yang sejalan dengan target Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) 12.3 tentang pengurangan sampah makanan.

Baca juga: IBCSD dorong industri di Jabar terapkan teknologi bersih tekan emisi

Sebagai bagian dari upaya tersebut, IBCSD bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat menggelar forum dialog untuk memperkuat kemitraan publik dan swasta dalam penanganan susut dan sisa pangan.

“Forum ini ditujukan untuk mendukung sistem pangan berkelanjutan serta pengembangan ekonomi hijau di Jawa Barat,” kata dia.

Sementara itu, Kepala Bidang Perekonomian dan Sumber Daya Alam Bappeda Provinsi Jawa Barat Eka Jatnika Sundana mengatakan Jabar memegang peran strategis dalam agenda nasional pengurangan susut dan sisa pangan.

Peran tersebut, kata dia, didukung oleh jumlah penduduk Jawa Barat yang mencapai 50,7 juta jiwa, tingginya aktivitas ekonomi pangan, serta status daerah itu sebagai salah satu lumbung pangan nasional.

“Produksi beras Jawa Barat pada 2025 tercatat mencapai 10,23 juta ton gabah kering giling (GKG). Di sisi lain, timbulan sampah di Jabar mencapai 24.882,78 ton per hari, dengan 39,02 persen di antaranya berupa sisa makanan,” katanya.

Eka mengingatkan bahwa tanpa penanganan yang serius dan terintegrasi, kondisi tersebut berpotensi memperberat beban lingkungan, meningkatkan risiko kesehatan masyarakat, serta menimbulkan inefisiensi ekonomi dalam jangka panjang.

Baca juga: Bapanas dorong pemda aktif atasi masalah susut dan sisa pangan

Baca juga: Pengurangan susut dan sisa pangan bentuk pola konsumsi berkelanjutan

Pewarta: Rubby Jovan Primananda
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |