Hubungan Indonesia-China pada tahun pertama Presiden Prabowo

1 month ago 27

Beijing (ANTARA) - Pada awal pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, Indonesia memulai babak baru politik luar negeri dengan bergabung sebagai anggota resmi kelompok negara-negara BRICS pada 6 Januari 2025.

Kelompok yang terdiri atas 11 negara yaitu Brazil, India, Rusia, China, Afrika Selatan, Arab Saudi, Mesir, Uni Emirat Arab, Ethiopia, Indonesia dan Iran tersebut mewakili 50 persen populasi penduduk dunia dan sekitar 35 persen ekonomi global berdasarkan gabungan total Produk Domestik Bruto (PDB).

China sebagai salah satu negara pendiri BRICS tentu menyambut baik Indonesia masuk ke kelompok tersebut seraya mengatakan menantikan kontribusi nyata Indonesia untuk BRICS yang disebut-sebut sebagai forum koordinasi politik dan diplomatik negara-negara di belahan bumi selatan.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono mengatakan keputusan Indonesia menjadi anggota BRICS merupakan wujud dari politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif.

Keaktifan Indonesia-China

Keaktifan politik luar negeri Indonesia tersebut terutama terlihat dalam banyaknya kunjungan pejabat negara terutama pada 2025, khususnya menggunakan momentum perayaan 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia-China.

Pada paruh pertama 2025, Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno mengunjungi Beijing dan Shenzhen, tepatnya pada 13-17 April.

Di Beijing, politisi asal PAN itu sudah bertemu dengan Ketua Komite Tetap Majelis Permusyawaratan Politik Rakyat China (CPPCC) Wang Huning yang juga penasihat politik utama Presiden Xi Jinping sekaligus pejabat struktural tertinggi ke-4 dalam struktur pemerintah China.

"Kita membahas bagaimana China bisa membantu Indonesia. Dalam hal ini, saya sampaikan bahwa kita punya target pertumbuhan ekonomi 8 persen dan China adalah satu-satunya negara di Asia yang pernah mendapat kesempatan pertumbuhan ekonomi yang sangat tinggi, bahkan sampai 10 persen beberapa tahun berturut-turut," kata Eddy Soeparno.

Berdekatan dengan kunjungan Eddy Soeparno, pada 21 April, dilakukan pertemuan Tingkat Menteri Indonesia-China yaitu antara Menteri Luar Negeri Sugiono dan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin serta Menlu China Wang Yi dan Menhan China Dong Jun di Beijing atau lazim disebut "2+2".

Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menlu China Wang Yi dan Menhan China Dong Jun melakukan Pertemuan Tingkat Menteri Pertama Indonesia-China di Wisma Negara Diaoyutai, Beijing pada Senin (21/04/2025). (ANTARA/Desca Lidya Natalia)

"Ini adalah mekanisme 2+2 tingkat menteri pertama yang dimiliki oleh China dengan negara lain di dunia, sekaligus menandai terbentuknya kepercayaan politik dan kerja sama keamanan antara dua negara berkembang besar dan yang ekonominya sedang bangkit," kata Menlu Wang Yi dalam konferensi pers bersama.

Editor: Sapto Heru Purnomojoyo
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |