Hoaks! Habiburokhman sebut Jokowi terlibat penyiraman air keras Aktivis KontraS

5 hours ago 1

Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah unggahan di media sosial Facebook menampilkan tangkapan layar artikel yang mengeklaim Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman menyebut Presiden ke-7 RI Joko Widodo terlibat dalam kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus.

Unggahan tersebut juga menyertakan judul yang menyebut bahwa aparat penegak hukum bertindak atas arahan Presiden.

Unggahan tersebut menyertakan judul artikel yang berbunyi bahwa Jokowi mengarahkan aparat dalam kasus tersebut.

Berikut narasi dalam unggahan tersebut:

Habiburrokhman: Presiden Jokowi Terlibat Penyiraman Air Keras Ke Aktivis Andrie Yunus, Polisi, TNI Arahan Jokowi, Jokowi Yang Mengatur

Namun, benarkah Joko Widodo terlibat dalam kasus tersebut?

Unggahan yang menarasikan Habiburokhman sebut Jokowi terlibat penyiraman air keras Aktivis KontraS. Faktanya, unggahan tersebut merupakan suntingan dan tidak berdasar. (Facebook)

Penjelasan:

Berdasarkan penelusuran, tidak ditemukan pernyataan resmi maupun pemberitaan dari media kredibel yang menyebut bahwa Presiden ke-7 RI Joko Widodo terlibat dalam kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus.

Gambar dalam unggahan tersebut diketahui identik dengan artikel KompasTV yang membahas pernyataan Habiburokhman terkait permintaan kepada kepolisian untuk segera mengusut kasus dan menangkap pelaku.

Dalam artikel tersebut, Habiburokhman menyampaikan bahwa ia telah berkomunikasi dengan Kapolda Metro Jaya dan meminta aparat segera bertindak serta memberikan perlindungan kepada korban.

Pernyataan tersebut tidak memuat tuduhan keterlibatan Presiden Joko Widodo dalam kasus tersebut.

Dengan demikian, klaim yang menyebut Presiden Joko Widodo terlibat dalam kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus merupakan informasi yang tidak benar atau hoaks.

Klaim: Habiburokhman sebut Jokowi terlibat penyiraman air keras Aktivis KontraS

Pewarta: Tim JACX
Editor: M Arief Iskandar
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |