Hoaks! Bahlil sebut PLN rugi karena rakyat tidak hemat listrik

5 hours ago 1

Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah unggahan di media sosial Facebook mengeklaim bahwa Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyebut PT PLN merugi karena masyarakat tidak hemat dalam menggunakan listrik.

Unggahan tersebut menyatakan bahwa kerugian PLN disebabkan oleh masyarakat yang tidak mau dan tidak mampu menghemat energi listrik.

Berikut narasi dalam unggahan tersebut:

“Menteri ESDM BAHLIL: PLN MERUGI karena masyarakat tak bisa belajar hemat listrik”

Namun, benarkah Bahlil menyebut PLN merugi akibat masyarakat tidak hemat listrik?

Unggahan yang menarasikan Bahlil sebut PLN rugi karena rakyat tidak hemat listrik. Faktanya, pernyataan tersebut tidak berdasar. (Facebook)

Penjelasan:

Berdasarkan penelusuran, tidak ditemukan pernyataan resmi dari Bahlil Lahadalia maupun pemberitaan dari media kredibel yang menyebut bahwa kerugian PLN disebabkan oleh masyarakat yang tidak hemat listrik.

Gambar dalam unggahan tersebut diketahui berasal dari pemberitaan lain yang membahas rencana pembangunan jaringan gas rumah tangga (jargas), bukan terkait pernyataan tentang kerugian PLN.

Selain itu, dalam berbagai kesempatan, Bahlil justru mengimbau masyarakat untuk menggunakan energi secara bijak tanpa menyalahkan masyarakat sebagai penyebab kerugian PLN.

Dengan demikian, klaim yang menyebut Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan PLN merugi karena masyarakat tidak hemat listrik merupakan informasi yang tidak benar atau hoaks.

Klaim: Bahlil sebut PLN rugi karena rakyat tidak hemat listrik

Rating: Hoaks

Cek fakta: Hoaks! Bahlil dicopot, diganti Ignasius Jonan pada Februari 2026

Cek fakta: Hoaks! Bahlil minta PLN naikan harga listrik

Baca juga: Menteri Bahlil jamin stok batu bara untuk PLN aman hingga April

Pewarta: Tim JACX
Editor: M Arief Iskandar
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |