Jakarta (ANTARA) - Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi Hasan Nasbi mengajak masyarakat memaknai kemerdekaan dengan membebaskan pikiran dan emosi dari pengaruh algoritma di ruang digital.
"Kita kayaknya harus belajar merdeka dari penjajahan algoritma ini," kata Hasan seusai menghadiri Upacara Peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan RI di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin.
Hasan mengatakan masyarakat perlu membangun mekanisme dan kebiasaan dalam mengonsumsi informasi agar pikiran maupun emosi tidak mudah dipengaruhi oleh algoritma media sosial.
Menurut dia, salah satu contohnya terlihat dari ramainya pembahasan di media sosial mengenai potongan pidato Presiden Prabowo Subianto yang menyebut upah Rp700.000 untuk pekerjaan mengupas bawang.
Baca juga: Wamenkomdigi: Algoritma jadi bentuk baru penjajahan digital
Hasan menilai perhatian publik kemudian terfokus pada potongan pernyataan tersebut dibandingkan keseluruhan substansi pidato Presiden.
"Kita pikirkan substansi dari pidato besar Presiden, ya," katanya.
Menurut Hasan, masyarakat sebaiknya melihat suatu pidato atau informasi secara utuh dan tidak hanya terpaku pada satu atau dua kalimat yang dipotong dan beredar melalui media sosial.
Ia mengatakan masyarakat perlu mendalami substansi dan gagasan yang disampaikan daripada mudah terpengaruh oleh narasi yang berkembang dari potongan konten di ruang digital.
Baca juga: Megawati ingatkan penjajahan kini hadir lewat algoritma dan data
Dalam kesempatan tersebut, Hasan juga menyinggung penanganan gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Menurut dia, Presiden Prabowo telah menginstruksikan jajaran pemerintah untuk turun langsung serta mengerahkan bantuan bagi masyarakat terdampak sejak awal penanganan bencana.
"Hari ini mungkin beberapa menteri masih 'standby' di sana," katanya.
Hasan mengatakan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Menteri Dalam Negeri, serta Wakil Menteri Sosial berada di wilayah terdampak untuk mendukung penanganan tanggap darurat dan pemulihan.
Baca juga: HUT ke-81 RI, Pemerintah tegaskan percepatan penanganan gempa M7,7 NTT
Pewarta: Aditya Ramadhan, Maria Cicilia Galuh
Editor: Edy Sujatmiko
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































