Hari Ibu, Menteri PPPA: Nol toleransi terhadap kekerasan seksual

1 month ago 21

Jakarta (ANTARA) - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (MenPPPA), Arifah Fauzi menyerukan kepada semua pemangku kepentingan untuk bersama-sama berkomitmen mewujudkan nol toleransi (tak ada toleransi) terhadap kekerasan seksual dan diskriminasi.

"Di momen Hari Ibu ke-97 ini saya menyerukan kepada seluruh pemangku kepentingan, mulai dari keluarga hingga parlemen untuk menjadikan nol toleransi terhadap kekerasan seksual dan diskriminasi sebagai komitmen nasional," kata Menteri PPPA, Arifah Fauzi pada puncak peringatan Hari Ibu ke-97 di Jakarta, Senin.

Baca juga: Peringati Hari Ibu 2025, Seskab Teddy apresiasi peran fundamental ibu

Upaya ini penting mengingat masih tingginya tingkat kekerasan terhadap perempuan saat ini.

Dalam kesempatan itu, ia mengatakan peringatan Hari Ibu yang dilaksanakan setiap 22 Desember merupakan upaya bangsa Indonesia untuk mengenang dan menghargai perjuangan para pejuang perempuan Indonesia dalam merebut, mempertahankan, dan mengisi kemerdekaan.

Dikatakannya, peringatan Hari Ibu bagi bangsa Indonesia berbeda dengan peringatan Hari Ibu di negara lain, karena identik dengan tonggak gerakan perempuan Indonesia untuk berkontribusi aktif memajukan bangsa dan negara.

"Peringatan Hari Ibu dimaksudkan untuk senantiasa mengingatkan seluruh rakyat Indonesia, terutama generasi muda akan makna Hari Ibu sebagai tonggak kebangkitan dalam memupuk semangat persatuan serta kesatuan seluruh perempuan Indonesia untuk menyatukan gerak dan langkah dalam membantu perjuangan merebut kemerdekaan," kata Arifatul Choiri Fauzi.

Oleh karena itu, menurut dia, semangat perjuangan harus menjadi warisan untuk terus dilanjutkan pada saat ini dan di masa yang akan datang.

Baca juga: Ibu di tengah zaman baru

Baca juga: Khofifah ajak lindungi perempuan dan perkuat peran pembangunan

Peringatan Hari Ibu bagi bangsa Indonesia, lanjutnya, khususnya bagi perempuan Indonesia selalu menjadi momen khusus, bukan saja sebagai peringatan untuk mengucapkan terima kasih atas jasa ibu yang begitu istimewa.

"Lebih dari itu, peringatan Hari Ibu bertujuan mendorong semua pemangku kepentingan dan masyarakat luas untuk memberikan perhatian dan pengakuan akan pentingnya eksistensi perempuan dalam berbagai sektor pembangunan," kata Arifah Fauzi.

Pewarta: Anita Permata Dewi
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |