Harga PC diprediksi naik tahun depan akibat kelangkaan komponen memori

1 month ago 35

Jakarta (ANTARA) - Lembaga riset International Data Corporation (IDC) memproyeksikan kenaikan harga untuk pembelian dan perakitan komputer pribadi (PC) baru pada tahun depan yang dipicu oleh terjadinya kelangkaan komponen memori.

Dilansir dari Gizmochina pada Senin, IDC menilai peningkatan harga PC utamanya disebabkan oleh “memory supercycle”, yakni lonjakan permintaan memori seperti DRAM yang berlangsung bersamaan di berbagai segmen.

Permintaan tersebut didorong oleh pertumbuhan server kecerdasan buatan (AI), kehadiran PC yang mendukung fitur AI, serta gelombang pembaruan perangkat seiring berakhirnya masa dukungan sistem operasi Windows 10.

Di sisi lain, pasokan memori global dinilai belum mampu mengimbangi lonjakan permintaan tersebut. Ketidakseimbangan antara permintaan dan suplai inilah yang mendorong kenaikan harga komponen memori dalam beberapa waktu terakhir, dan diperkirakan masih akan berlanjut.

IDC menyampaikan harga memori telah menunjukkan tren meningkat, dengan potensi kenaikan terus berlanjut dalam periode mendatang.

Baca juga: Tiga Cara Cepat Rename Banyak File di Windows

Dampaknya tidak hanya dirasakan pada PC, tetapi juga pada kartu grafis, ponsel pintar, hingga perangkat gim genggam yang sama-sama bergantung pada ketersediaan dan harga memori.

Sejumlah produsen PC besar dunia seperti Lenovo, Dell, HP, Acer, dan ASUS juga dilaporkan telah mengingatkan adanya kondisi pasar yang semakin menantang.

Beberapa pemasok disebut mulai menyiapkan penyesuaian harga dengan kenaikan sekitar 15 hingga 20 persen mulai paruh kedua 2026, seiring dengan perubahan kontrak pasokan dan biaya produksi.

Dalam proyeksinya, IDC memperkirakan pengiriman PC global akan turun sekitar 4,9 persen pada 2026. Penurunan ini berpotensi lebih dalam apabila kelangkaan memori memburuk.

Produsen perangkat berskala besar diperkirakan memiliki posisi yang relatif lebih kuat karena dapat memanfaatkan skala produksi untuk tetap menawarkan sistem rakitan pabrikan dengan harga kompetitif.

Sebaliknya, perakit PC kustom diprediksi akan merasakan dampak lebih langsung, terutama melalui kenaikan harga komponen satuan.

Situasi tersebut juga berpotensi memengaruhi adopsi PC berbasis AI. Sejumlah fitur AI, termasuk persyaratan Copilot+ dari Microsoft, membutuhkan konfigurasi memori yang lebih tinggi.

Dengan pasokan memori yang terbatas, sebagian produsen diperkirakan akan menyesuaikan atau menurunkan kapasitas memori pada produk tertentu.

IDC menilai fokus produsen memori yang semakin besar pada segmen server AI, yang menawarkan margin keuntungan lebih tinggi, dapat membuat konsumen umum menanggung dampak kenaikan harga.

Baca juga: Efektivitas Chromebook-Windows dinilai tergantung kompleksitas sekolah

Baca juga: Microsoft tarik chatbot AI Copilot dari WhatsApp pada 15 Januari 2026

Penerjemah: Farhan Arda Nugraha
Editor: Indriani
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |