Labuan Bajo (ANTARA) - Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Melki Laka Lena meminta warga dan pelaku wisata di Labuan Bajo agar mematuhi penutupan sementara pelayaran di seluruh wilayah Kabupaten Manggarai Barat, demi mendukung upaya pencarian korban kapal tenggelam.
"Lebih daripada urusan cuaca, kita mengikuti imbauan pemerintah pusat agar dalam rangka juga kita berempati terhadap korban," katanya di Labuan Bajo, Rabu.
Ia menyampaikan hal tersebut menyusul insiden kecelakaan kapal wisata bernama KM Putri Sakinah di perairan Pulau Padar, Labuan Bajo, Manggarai Barat pada Jumat (26/12) lalu.
Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Labuan Bajo pada Senin (29/12) lalu telah menutup sementara aktivitas pelayaran kapal wisata maupun kapal lainnya guna mengantisipasi dampak potensi cuaca ekstrem di wilayah tersebut.
Suasana Gubernur NTT Melki Laka Lena saat berkunjung ke KN SAR Puntadewa dalam pencarian hari keenam tiga korban kapal tenggelam di perairan Pulau Padar, Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (31/12). (ANTARA/Gecio Viana)Larangan berlayar itu berdasarkan informasi tinggi gelombang dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dengan No.B/ME.01.02/PDGTI29/DMM/XII/2025 tanggal 29 Desember 2025.
Gubernur NTT menjelaskan bahwa penutupan pelayaran itu juga membantu Tim SAR gabungan untuk melakukan pencarian terhadap tiga korban dan bangkai kapal yang belum ditemukan hingga pencarian di hari keenam.
"Saya mohon pengertian dari seluruh masyarakat di Manggarai Barat, khususnya di Labuan Bajo dan semua wisatawan yang lagi ada di Labuan Bajo saat ini, tentu kita semua ingin menikmati Labuan Bajo seperti yang sudah diangankan dari awal untuk datang menikmati semua, tapi dalam kondisi demikian kita membantu evakuasi para korban," katanya.
Ia menambahkan setiap harinya para penyelam melakukan pencarian di lokasi kejadian kecelakaan kapal yang menjadi salah jalur bagi wisatawan untuk menikmati sejumlah destinasi wisata di Taman Nasional Komodo (TNK).
"Kita lihat sendiri hampir semua tempat di sekitar sini turun semua penyelam, ratusan orang tadi kita bantu dengan cara untuk tidak dulu bergerak di sekitar sini, karena ini lagi dipakai untuk evakuasi, mudah-mudahan, kita doa dalam waktu dekat ini segera ketemu sehingga nanti kita berwisata dengan evakuasi sudah berhasil," katanya.
Ia juga mengajak seluruh pihak untuk memberikan dukungan kepada Tim SAR gabungan agar pencarian korban dapat segera diselesaikan.
Sebelumnya, sebanyak enam wisatawan berkewarganegaraan Spanyol menjadi korban insiden kapal tenggelam di perairan Pulau Padar. Korban diketahui merupakan pelatih Tim B sepak bola wanita Valencia Martin Carreras Fernando bersama istri dan empat anaknya.
Hingga pencarian hari keenam, Martin Carreras Fernando dan dua anaknya belum ditemukan. Satu korban anak meninggal ditemukan pada Senin (29/12), sementara istri dan seorang anak Martin Carreras Fernando dinyatakan selamat bersama empat orang anak buah kapal (ABK) termasuk nakhoda kapal dan seorang pemandu wisata.
Sebelumnya, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Labuan Bajo menutup sementara aktivitas pelayaran kapal wisata maupun kapal lainnya guna mengantisipasi dampak potensi cuaca ekstrem di wilayah tersebut.
"Penutupan sementara ini berlaku untuk seluruh wilayah perairan Manggarai Barat," kata Kepala KSOP Kelas III Labuan Bajo Stephanus Risdiyanto yang dihubungi di Labuan Bajo.
Ia menambahkan larangan berlayar tersebut telah disampaikan melalui Notice to Mariners (NtM) atau pemberitahuan kepada nakhoda kapal tentang peringatan potensi cuaca ekstrem tertanggal 29 Desember 2025.
Baca juga: Gubernur NTT libatkan tokoh agama-adat mencari korban kapal tenggelam
Baca juga: Tim SAR makin perluas pencarian korban kapal tenggelam di Labuan Bajo
Baca juga: Belajar dari Labuan Bajo, wujudkan pariwisata nyaman, aman, selamat
Pewarta: Gecio Viana
Editor: M Razi Rahman
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































