Gubernur NTT ajak negara kawasan Pasifik perkuat diplomasi budaya

2 months ago 21

Kupang (ANTARA) - Gubernur Nusa Tenggara Timur Melki Laka Lena mengajak negara-negara di kawasan Pasifik memperkuat diplomasi budaya dan kerja sama ekonomi berkelanjutan melalui forum Indonesia–Pacific Cultural Synergy (IPACS) 2025 di Kupang.

“Pembukaan IPACS 2025 menjadi momentum penting bagi Indonesia untuk meneguhkan peran budaya sebagai jembatan diplomasi dan ekonomi antarnegara di kawasan Pasifik,” katanya di Kupang, Rabu.

Dalam sambutan acara pembukaan IPACS 2025 di Kupang, Rabu, ia mengungkapkan bahwa dari Kupang, cahaya persaudaraan Pasifik harus menyala untuk menghubungkan hati dan peradaban manusia.

Ia menyebut IPACS ajang strategis mempertemukan bangsa-bangsa yang dihubungkan oleh Samudra Pasifik dalam semangat “Celebrating Shared Cultures and Community Wisdom”.

“Forum ini kami anggap penting untuk memperkenalkan budaya Nusa Tenggara Timur secara langsung, sekaligus memperkuat soft diplomacy Indonesia dengan negara-negara Pasifik,” ujarnya.

Baca juga: Indonesia undang delegasi 17 negara hadiri IPACS 2025 di Kupang NTT

Ia menilai IPACS tidak sekadar pameran budaya, tetapi juga ruang dialog untuk melahirkan pertukaran gagasan tentang pemanfaatan kearifan lokal dalam menjaga ekologi dan iklim, serta menjadikan tradisi dan inovasi budaya sebagai kekuatan ekonomi baru.

“Budaya lokal bukan hanya warisan masa lalu, tetapi juga sumber daya masa depan yang bisa menjaga keseimbangan alam sekaligus menggerakkan ekonomi kreatif,” katanya.

Pada kesempatan itu, ia juga mengutip data Kementerian Perdagangan Indonesia 2024 yang mencatat kontribusi industri kreatif terhadap produk domestik bruto nasional sekitar Rp1,53 triliun.

Menurut dia, angka itu akan lebih besar bila memperhitungkan sektor lain yang berakar pada budaya, seperti kuliner dan pariwisata.

Di tingkat daerah, Pemerintah Provinsi NTT mengembangkan program One Village One Product (OVOP), NTT Mart, dan Dapur Flobamorata sebagai bentuk ekonomi berkelanjutan berbasis pengetahuan dan komunitas lokal.

“Pemikiran inilah yang menjadi dasar program-program kami di NTT ekonomi yang tumbuh dari akar budaya, yang menjaga nilai, lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Melalui IPACS 2025, ia berharap, muncul komitmen kolektif antarnegara di Pasifik untuk memperkuat pelestarian, pengembangan, pemanfaatan, dan diplomasi budaya yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di kawasan.

“Semoga dari Kupang, cahaya persaudaraan Pasifik ini menyala sampai ke seluruh samudra menghubungkan hati dan peradaban manusia,” ujar Melki Laka Lena.

Baca juga: Menbud Fadli Zon sebut Indonesia negara megabiodiversitas

Baca juga: Menbud inginkan IPACS jadi momentum bangun kerja sama budaya

Baca juga: Menbud: Pameran kebudayaan jadi wadah ekspresi persatuan lintas negara

Pewarta: Kornelis Kaha
Editor: M. Hari Atmoko
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |