Jakarta (ANTARA) - FIA resmi membatalkan gelaran Formula 1 seri Grand Prix Bahrain dan Grand Prix Arab Saudi imbas meluasnya konflik di Timur Tengah antara Amerika Serikat-Israel melawan Iran.
Pembatalan dua seri yang dijadwalkan berlangsung pada bulan April ini juga termasuk serangkaian gelaran Formula 2, Formula 3, dan F1 Academy.
"Meskipun ini adalah keputusan yang sulit untuk diambil, sayangnya ini adalah keputusan yang benar pada tahap ini mengingat situasi saat ini di Timur Tengah," ujar CEO Formula 1 Stefano Domenicali dalam keterangan resmi Formula 1, Senin.
Baca juga: FIA, Formula 1, dan 11 tim peserta tandatangani kerjasama kontrak
"Saya ingin mengambil kesempatan ini untuk berterima kasih kepada FIA serta promosi kami yang luar biasa atas dukungan dan pengertian mereka secara total karena mereka menantikan kedatangan kami dengan energi dan gairah mereka. Kami tidak sabar untuk kembali bersama mereka secepatnya setelah situasi mengizinkan kami untuk melakukannya," imbuhnya.
Dengan pertimbangan keamanan, Formula 1 telah membatalkan dua serinya yang berlokasi di Timur Tengah. Presiden FIA Mohammed Ben Sulayem mengatakan bahwa prioritas saat ini adalah keselamatan penyelenggaraan.
Oleh sebab itu pembatalan tersebut merupakan satu tindakan yang terbaik mengingat kondisi yang tidak menentu di Timur Tengah.
Baca juga: Tim F1 alami kendala penerbangan terdampak konflik AS-Iran
"Bahrain dan Arab Saudi sangat penting bagi ekosistem musim balap kami, dan saya berharap untuk kembali ke keduanya segera setelah situasi mengizinkan. Terima kasih tulus kepada promotor, mitra kami, dan kolega kami di seluruh kejuaraan atas pendekatan kolaboratif dan konstruktif yang telah menyebabkan keputusan ini," ujar Mohammed Ben Sulayem.
Dengan dibatalkannya dua seri ini maka terdapat jeda selama 35 hari terhitung dari kalender Formula 1 GP Jepang yang berlangsung pada 29 Maret mendatang.
GP Bahrain sebelumnya dijadwalkan berlangsung pada 12 April, sementara seri Arab Saudi dijadwalkan pada 19 April.
Pembatalan tersebut dipastikan juga tidak akan ada seri lainnya yang akan mengisi dua slot GP Bahrain dan GP Arab Saudi. Setelah GP Jepang terdapat GP Miami yang berlangsung pada 3 Mei mendatang.
Baca juga: Antonelli ukir sejarah sebagai "pole sitter" termuda Formula 1
Pewarta: Fajar Satriyo
Editor: Junaydi Suswanto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































