GP Ansor Situbondo dirikan dapur umum untuk korban banjir bandang

1 week ago 25

Situbondo (ANTARA) - Gerakan Pemuda (HP) Ansor Situbondo, Jawa Timur, mendirikan dapur umum di lokasi terdampak banjir bandang paling parah yakni di Desa Kalianget, Kecamatan Banyuglugur.

Ketua Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Situbondo Johantono di Situbondo, Sabtu, mengatakan pendirian dapur umum untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak banjir untuk sementara di titik terparah yakni Dusun Rampak, Desa Kalianget, Kecamatan Banyuglugur.

"Dapur umum ini didirikan merupakan bentuk tanggung jawab kemanusiaan GP Ansor, dan seluruh kader dan Barisan Serbaguna (Banser) turun ke lapangan melayani warga, khususnya kebutuhan makanan siap saji," ujarnya.

GP Ansor memilih Dusun Rampak Desa Lubawang untuk pendirian dapur umum, lanjut Johantono, karena satu dusun sekitar 130 kepala keluarga menjadi terdampak terparah, dan penyintas banjir saat ini tidak memungkinkan memasak untuk kebutuhan harian karena sebagian besar rumahnya rusak berat.

Bahkan, lanjutnya, perabotan rumah rumah termasuk alat memasak mereka lenyap terhanyut banjir bandang yang terjadi pada Rabu (21/1) malam.

"Untuk dapur umum di Dusun Rampak ini tiap hari kami memasak makanan siap saji 130 bungkus untuk pagi dan sore, menyesuaikan kebutuhan warga terdampak," kata Johantono.

Ia menambahkan, pendirian dapur umum oleh organisasi di bawah naungan Nahdlatul Ulama (NU) itu telah berkoordinasi dengan BPBD dan Dinas Sosial setempat.

Baca juga: Banjir di Tol Tangerang sempat ganggu arus kendaraan arah Jakarta

"Rencana kami, dapur umum juga akan didirikan di Desa/ Kecamatan Banyuglugur yang juga terdampak banjir," kata Johantono.

Pada Kamis (22/1), Pemerintah Kabupaten Situbondo melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama tim Tanggap Bencana (Tagana) telah mendirikan dapur umum dan terpusat di Kantor Kecamatan Besuki.

BPBD dan Tagana memasak sebanyak lebih dari seribu bungkus nasi siap santap bagi warga terdampak banjir bandang.

Banjir luapan Sungai Lubawang, Desa Lubawang, Kecamatan Banyuglugur, menerjang 440 rumah warga dan di Desa Lubawang, yang merupakan salah satu desa paling parah terdampak banjir bandang.

Baca juga: Ratusan prajurit TNI bantu penyintas longsor di Kecamatan Adiankoting

Selanjutnya, dampak terparah banjir bandang di desa lainnya yang masih dalam satu kecamatan yakni Desa Kalianget, dengan rumah terdampak sebanyak 246 unit.

Terdampak banjir luapan air Sungai Lubawang lainnya adalah di Kecamatan Besuki dengan 5.425 rumah terdampak, tersebar di Desa Pesisir 2.882 rumah, Desa Kalimas 193 rumah, Desa Demung 44 rumah, dan Desa Besuki 2.306 rumah.

Hujan dengan intensitas tinggi pada Rabu (21/1) juga menyebabkan sejumlah aliran sungai meluap dan menggenangi 113 rumah warga di Desa Mlandingan Wetan, Kecamatan Bungatan, dan Desa Selomukti, Kecamatan Mlandingan, sebanyak 169 rumah, selanjutnya di Desa/Kecamatan Kendit sebanyak 154 rumah.

Baca juga: Pemkab Tegal tetapkan tanggap darurat di Guci akibat banjir bandang

Pewarta: Novi Husdinariyanto
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |