Jakarta (ANTARA) - Ketua Bidang Media dan Opini DPP Partai Golkar Nurul Arifin mengatakan bahwa partai berlambang pohon beringin itu menyambut gelar Pahlawan Nasional yang diberikan kepada Presiden Ke-2 Republik Indonesia Soeharto dengan rasa bangga dan haru.
Dia mengatakan Partai Golkar adalah partai tempat Soeharto dahulu berperan penting. Menurut dia, bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa-jasa para pendirinya.
"Presiden Prabowo telah memberikan teladan bahwa rekonsiliasi sejati lahir dari penghormatan dan keadilan sejarah," kata Nurul di Jakarta, Senin.
Menurut Nurul, keputusan tersebut merupakan langkah bersejarah yang menunjukkan kedewasaan bangsa dalam menghargai jasa-jasa para pemimpin yang telah memberikan kontribusi besar bagi Indonesia, meski berasal dari latar dan era kepemimpinan yang berbeda.
Selain Soeharto, Presiden Prabowo juga memberi gelar Pahlawan Nasional kepada Presiden Ke-4 Republik Indonesia Abdurrahman Wahid alias Gus Dur. Prabowo, kata dia, menunjukkan sikap kenegarawanan dengan memberi gelar tersebut.
“Pak Harto telah meletakkan fondasi pembangunan nasional dan stabilitas ekonomi, sementara Gus Dur menegakkan nilai-nilai kemanusiaan, pluralisme, dan demokrasi,” kata dia.
Ia menilai keputusan tersebut bukan hanya penghormatan terhadap dua sosok pemimpin bangsa, tetapi juga refleksi semangat persatuan dan rekonsiliasi nasional yang terus dijaga oleh pemerintahan saat ini.
“Presiden Prabowo mengajak kita semua untuk menatap masa depan tanpa terjebak pada perbedaan masa lalu. Ini adalah simbol persaudaraan dan penghormatan terhadap perjuangan anak bangsa dari berbagai lintasan sejarah,” kata Anggota Komisi I DPR RI itu.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menganugerahi gelar Pahlawan Nasional kepada Presiden ke-2 Republik Indonesia Soeharto, di mana plakat dan dokumen gelar pahlawan diserahkan kepada putri sulung Soeharto, Siti Hardijanti Rukmana atau Tutut Soeharto selaku ahli waris, di Istana Negara, Jakarta, Senin.
Berdasarkan tayangan langsung kanal YouTube Sekretariat Presiden, Senin, dalam prosesi penyerahan gelar pahlawan tersebut, Tutut didampingi oleh sang adik yaitu Bambang Trihatmodjo.
Penganugerahan tersebut berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia (Keppres) Nomor 116/TK/Tahun 2025 tentang Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional. Soeharto menerima gelar sebagai pahlawan di bidang Perjuangan Bersenjata dan Politik, atas jasa dan peran menonjol sejak masa kemerdekaan.
Baca juga: Tiga kali diajukan, Bambang syukuri gelar Pahlawan Nasional Soeharto
Baca juga: Pengamat nilai penganugerahan gelar pahlawan wujud kedewasaan sejarah
Baca juga: Fadli Zon: Gelar pahlawan Soeharto lalui proses, tak ada masalah hukum
Pewarta: Bagus Ahmad Rizaldi
Editor: Tasrief Tarmizi
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































