GIC sebut penghormatan tokoh bangsa bagian integral pemimpin sejati

3 hours ago 3

Jakarta (ANTARA) - Gerakan Indonesia Cerah (GIC) menyebut penghormatan terhadap sejarah dan para tokoh bangsa harus menjadi bagian integral dari karakter seorang pemimpin sejati, bukan sekadar formalitas atau pencitraan semata.

Koordinator Gerakan Indonesia Cerah Febri Wahyuni Sabran menilai gestur seperti itu penting untuk memperkuat koneksi emosional dan moral antara pemimpin masa kini dengan nilai-nilai perjuangan para pendahulu.

"Belajar dari sejarah bukan hanya soal mengenal alur sejarah, melainkan bagaimana menghormati dan meneladani kebajikan-kebajikan yang mereka wariskan," ucap Febri dalam keterangan di Jakarta, Senin.

Menurut dia, hal tersebut salah satunya telah dilakukan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo baru-baru ini.

Pada Sabtu (20/6), Kapolri berziarah ke sejumlah makam tokoh-tokoh penting bangsa Indonesia, yang mencakup makam Presiden Ke-4 RI Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, Presiden Pertama RI Soekarno, Presiden Kedua RI Soeharto, hingga Taman Makam Pahlawan.

Kegiatan itu mendapat perhatian publik dan pujian dari berbagai kalangan sebagai bentuk penghormatan yang tulus terhadap para pendiri dan pemimpin bangsa.

Febri berpendapat tindakan Kapolri merupakan teladan yang positif bagi para pemimpin di seluruh Indonesia.

Ia menjelaskan dari Gus Dur, pemimpin bisa belajar tentang simbol pluralisme, toleransi, dan kepemimpinan yang merakyat lantaran dikenang sebagai pemimpin yang menjunjung tinggi hak asasi manusia dan keberagaman Indonesia.

Kemudian dari Soekarno, lanjut dia, para pemimpin dapat menimba semangat nasionalisme, persatuan, dan visi besar tentang Indonesia yang berdaulat dan bermartabat.

Ditambahkan bahwa dari Soeharto, seorang pemimpin bisa belajar tentang stabilitas dan pertumbuhan ekonomi Indonesia.

"Dari para pahlawan yang gugur membela bangsa, kunjungan tersebut sebagai sesuatu yang mencerminkan penghormatan kepada seluruh pejuang kemerdekaan tanpa terkecuali," tuturnya.

Sebelumnya, Kapolri mengatakan kegiatan ziarah tersebut bukan sekadar kunjungan seremonial biasa.

Dia menegaskan kegiatan tersebut merupakan bagian dari perjalanan batin yang mendalam untuk menggali dan meresapi teladan kepemimpinan dari para pendahulu yang telah berjasa membangun bangsa dan negara Indonesia.

Dikatakan bahwa setiap makam yang dikunjungi mewakili warisan nilai-nilai luhur yang patut dijunjung tinggi oleh setiap pemimpin di negeri ini.

Baca juga: Ziarah makam Bung Karno, Kapolri sebut upaya serap nilai pemimpin bangsa

Baca juga: Usai ziarah Gus Dur dan Bung Karno, Kapolri lanjut ke makam Soeharto

Baca juga: Kapolri ziarah ke makam Gus Dur kenang semangat reformasi

Pewarta: Agatha Olivia Victoria
Editor: La Ode Masrafi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |