Geliat ekonomi penyintas bencana mulai bangkit di Palembayan Agam

1 week ago 12
Saat ini isi warung masih sedikit dan jual beli paling Rp100 ribu per hari, mulai buka pukul 07.00 WIB dan tutup pukul 17.30 WIB. Jika dibandingkan sebelum bencana melanda bisa Rp500 ribu per hari

Simpang Empat (ANTARA) - Geliat ekonomi sebagian penyintas banjir bandang dan longsor di Pelembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar), mulai bangkit usai daerah itu dilanda bencana pada 27 November 2025 lalu.

Di lokasi terdampak bencana mulai dari Nagari Salareh Aia sampai Nagari Salareh Timur, aktivitas Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) mulai berangsur dibuka. Usaha kuliner, buah, minuman, barang kebutuhan harian, sampai usaha bengkel, juga telah banyak yang beroperasi.

Penyintas mulai kembali ceria dan semangat untuk mencari nafkah usai dirundung duka ketika bencana melanda.

"Saya baru kembali menjual kebutuhan harian tiga hari ini. Kalau dipikir-pikir rasa duka ini masih membekas. Rumah dan usaha saya habis dilanda banjir. Tapi saya mencoba bangkit kembali, meskipun mulai dari nol," kata salah seorang korban banjir bandang di Kampung Tanjuang, Nagari Salareh Aia Timur, Palembayan, Swirman (69), Sabtu.

Baca juga: Anak penyintas bencana alam di Palembayan Agam isi waktu bermain voli

Dia memberanikan diri kembali membuka usaha menjual kebutuhan harian dengan memanfaatkan Dana Tunggu Hunian (DTH) dari pemerintah yang diterima sebesar Rp1.800.000 untuk tiga bulan.

Melalui bantuan itu, bapak yang memiliki tujuh orang ini membuka jualannya untuk membiayai kehidupannya sehari-hari.

Di warung sederhana yang berukuran 3x6 meter itu Swirman mulai berjualan kebutuhan sehari-hari seperti ikan kering gula, garam, kecap, roti, beras, mi instan, dan barang harian lainnya.

"Saat ini isi warung masih sedikit dan jual beli paling Rp100 ribu per hari, mulai buka pukul 07.00 WIB dan tutup pukul 17.30 WIB. Jika dibandingkan sebelum bencana melanda bisa Rp500 ribu per hari," katanya.

Meskipun demikian dia merasa bersyukur karena bisa menutupi biaya hidupnya sehari-hari. "Cuma usaha ini yang bisa saya lakukan saat ini, karena sawah saya hancur dilanda banjir bandang," katanya.

Baca juga: PT HK bantu penyediaan air bersih di hunian sementara Palembayan Agam

Mengenai bantuan dari pemerintah, dia merasa sangat terbantu. Selain menerima DTH, ia juga menerima bantuan sembako dan kebutuhan lainnya dengan sangat lancar.

Sementara itu Pemkab Agam bersama Kementerian UMKM RI baru saja mengadakan pemulihan trauma bagi 250 UMKM di lima lokasi terdampak bencana pada Jumat (23/1).

Dari lima lokasi itu, berada dua lokasi di Kecamatan Tanjung Raya, dua lokasi di Kecamatan Palembayan, dan satu lokasi di Kecamatan Malalak.

Program tersebut mencakup pemulihan psikologis, pendampingan usaha, serta pendataan UMKM pascabencana.

"Pembenahan di segala sektor terus kita pacu. Kolaborasi semua pihak terus dilakukan baik terkait hunian sementara, penyaluran bantuan, pembenahan infrastruktur ekonomi dan lainnya," kata Wakil Bupati (Wabup) Agam Muhammad Iqbal.

Baca juga: Pengungsi bencana alam di Agam ucapkan terima kasih pada pemerintah

Baca juga: Klinik UMKM hadir di Padang untuk pulihkan usaha terdampak bencana

Pewarta: Altas Maulana
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |