Jakarta (ANTARA) - Platform edukasi dan akselerasi web3, Rise In, bermitra dengan Stellar Development Foundation menggelar kompetisi teknologi bertajuk "APAC Stellar Hackathon" untuk menggaet para pengembang, pendiri startup, dan builder dari Vietnam, Filipina dan Indonesia guna menciptakan solusi keuangan digital yang bisa digunakan masyarakat luas.
Country Lead Rise In - Indonesia Kenny Rivaldi dalam keterangan di Jakarta, Jumat, mengatakan program ini bukan sekadar kompetisi teknologi, melainkan upaya membangun ekosistem talenta digital yang lebih kuat di kawasan Asia Pasifik (APAC).
"Kami berharap semakin banyak developer muda dari Indonesia dan negara-negara Asia Tenggara yang berani membangun produk digital dengan dampak nyata. Target kami bukan hanya menghasilkan proyek selama Hackathon berlangsung, tetapi juga membuka jalan agar solusi-solusi terbaiknya bisa terus berkembang setelah program selesai," katanya.
Menurut Kevin, Asia Tenggara dipilih menjadi fokus utama lantaran kawasan ini berkembang menjadi salah satu pasar digital dengan pertumbuhan tercepat di dunia.
Hal itu didukung regulasi terkait aset digital yang semakin terbuka, penggunaan transaksi berbasis blockchain yang meningkat, dan masyarakat semakin terbiasa menggunakan layanan keuangan digital lewat perangkat mobile.
Indonesia, misalnya, mulai menunjukkan arah yang lebih serius terhadap perkembangan industri ini setelah pengawasan aset kripto resmi dialihkan ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Di negara lain seperti Vietnam dan Thailand, dukungan terhadap ekosistem aset digital juga mulai terlihat melalui berbagai kebijakan baru yang membuka ruang lebih besar bagi inovasi teknologi keuangan.
Di saat yang sama, penggunaan aset digital di kawasan Asia Pasifik terus meningkat. Banyak masyarakat mulai memanfaatkan teknologi ini untuk kebutuhan sehari-hari, seperti pengiriman uang antarnegara, pembayaran digital, hingga penyimpanan aset dalam bentuk stablecoin.
"Kondisi inilah yang membuat kebutuhan akan aplikasi keuangan yang sederhana, aman, dan mudah digunakan menjadi semakin besar," imbuhnya.
Melalui APAC Stellar Hackathon, diharapkan lahir solusi-solusi baru yang dekat dengan kebutuhan masyarakat.
Dalam ajang ini peserta nantinya akan mengembangkan berbagai ide, mulai dari aplikasi pembayaran lintas negara, dompet digital, sistem penggajian berbasis stablecoin, layanan keuangan digital berbasis blockchain, hingga berbagai solusi finansial.
“Asia Tenggara punya potensi besar untuk menjadi pusat pertumbuhan inovasi teknologi keuangan berikutnya. Kami ingin Hackathon ini menjadi ruang lahirnya solusi-solusi yang tidak hanya menarik secara teknologi, tetapi juga benar-benar relevan dengan kebutuhan masyarakat,” katanya.
Program ini akan berlangsung secara online dan dilengkapi berbagai kegiatan pendukung seperti workshop, meetup komunitas, hingga aktivasi kampus di Indonesia, Vietnam, dan Filipina.
Seluruh rangkaian acara kemudian akan ditutup melalui final luring yang digelar serentak di ketiga negara tersebut.
“Melalui program ini kami juga ingin memperluas akses belajar dan kesempatan kolaborasi bagi talenta-talenta muda di Asia Tenggara. Besar harapannya, hackathon ini bisa menjadi titik awal lahirnya startup maupun inovasi digital baru dari kawasan APAC yang mampu bersaing secara global," tambah Kevin.
Selain kesempatan belajar dan membangun jaringan internasional, peserta juga berpeluang mendapatkan total hadiah hingga 60.000 dolar AS, pendampingan langsung dari mentor ekosistem Stellar, akses pelatihan teknis, sertifikasi, hingga peluang memperoleh dukungan pengembangan lanjutan untuk proyek terbaik setelah program berakhir.
Program ini terbuka bagi developer, mahasiswa, pendiri startup, engineer, maupun siapa saja yang tertarik dengan perkembangan teknologi keuangan digital dan ingin membangun solusi nyata melalui teknologi blockchain.
Baca juga: Peta baru iklan digital 2026: Teknologi kian cerdas, kompetisi ketat
Baca juga: Kemenbud umumkan pemenang kompetisi inovasi digital "Budaya Go!"
Pewarta: Ade irma Junida
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































