Jakarta (ANTARA) - Sekretaris Umum Pengurus Pusat Federasi Panjat Tebing Indonesia (PP FPTI) Wahyu Priatiawan Buntoro mengimbau para pemuda untuk terlibat aktif membangun olahraga nasional, khususnya panjat tebing guna menjaga semangat Sumpah Pemuda yang diperingati setiap 28 Oktober.
Menurut dia, momentum sejarah tersebut harus senantiasa dijaga oleh generasi muda dengan berbagai hal positif, termasuk berkontribusi dalam mengharumkan nama bangsa dan negara.
"Banyak yang bisa dilakukan pemuda dalam membangun olahraga nasional, terutama panjat tebing yang kini menjadi olahraga populer setelah Asian Games dan Olimpiade yang lalu," kata Wahyu saat dihubungi dari Jakarta, Selasa.
Baca juga: Tim Panjat Tebing prioritaskan atlet muda untuk SEA Games 2025
Dia menjelaskan, perkembangan panjat tebing saat ini menunjukkan antusiasme luar biasa dari kalangan muda.
Olahraga itu tidak hanya menjadi wadah menyalurkan minat dan bakat, tetapi juga sarana untuk menumbuhkan nilai nasionalisme dan semangat berprestasi.
"Bahkan lebih dari 80 persen pengurus FPTI di seluruh Indonesia diisi oleh para pemuda, jadi ini sangat menggembirakan karena menjadi bukti nyata keterlibatan generasi muda dalam memajukan olahraga," ujar dia.
Pristiawan menambahkan, FPTI berkomitmen untuk terus memberikan ruang bagi generasi muda guna berkreasi dan berprestasi, melalui berbagai program pembinaan, serta turnamen nasional maupun internasional.
Baca juga: PB ESI: Esports jadi sarana pemuda wujudkan semangat Sumpah Pemuda
Sebab, berbagai turnamen kelompok umur telah rutin diselenggarakan oleh FPTI di pusat maupun daerah, guna mengampanyekan olahraga sekaligus gaya hidup sehat kepada penerus bangsa.
Sekum itu berharap, semangat Sumpah Pemuda dapat menjadi dorongan bagi para atlet, pelatih, dan pengurus berusia muda di FPTI untuk terus membawa nama Indonesia ke tingkat dunia, sekaligus memperkuat persatuan melalui olahraga yang digemari lintas daerah dan umur tersebut.
Dia juga mengimbau agar semangat pemuda tidak kendor, walau Indonesia menerima sanksi oleh Komite Olimpiade Internasional (IOC), karena menolak visa atlet Israel saat Kejuaraan Dunia Senam Artistik, di Jakarta, pada pertengahan Oktober lalu.
Pristiawan menekankan, meski mendapat sanksi internasional akibat mempertahankan prinsip negara, semangat pemuda untuk berperan dalam kemajuan olahraga di kancah internasional harus tetap menyala dan membara.
Baca juga: Veddriq Leonardo fokus hadapi Kualifikasi Asian Games 2026
Pewarta: Donny Aditra
Editor: Fitri Supratiwi
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































