FPCI sambut meningkatnya keterlibatan Indonesia dalam multilateralisme

2 weeks ago 8

Jakarta (ANTARA) - Ketua sekaligus pendiri Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) Dino Patti Djalal menyambut keterlibatan Indonesia yang semakin meningkat dalam kerja sama multilateralisme.

"Terkait multilateralisme, saya menyambut baik penegasan Menteri Luar Negeri Sugiono mengenai meningkatnya keterlibatan Indonesia dalam multilateralisme," kata Dino dalam Diskusi Publik FPCI bertajuk "Outlook on Geopolitical Trends & Indonesian Foreign Policy in 2026", Jakarta, Senin.

Dino mengatakan bahwa kerja sama multilateralisme merupakan momen besar di mana Indonesia perlu mempertanyakan kembali ambisi strategis makro yang ingin didorong guna membenahi sistem multilateralisme PBB, dan sejauh mana Indonesia ingin memperjuangkannya.

Jika Indonesia telah menemukan jawabannya, maka langkah berikutnya adalah membangun koalisi.

Dino menilai kebijakan luar negeri Indonesia sebagai negara independen dan non-blok sangat bergantung pada kemampuan merumuskan jalur diplomasi pembangunan koalisi tersebut. "Karena di situlah kita dapat mengukur efektivitas diplomasi kita," katanya.

Dino ingin pemerintah berpikir secara serius mengenai ambisi strategis multilateralisme Indonesia. "Kita tidak mungkin memperbaiki semuanya; karena itu, kita harus menentukan niche peran Indonesia dalam sistem multilateralisme," katanya.

"Saya juga ingin Indonesia berani mengatakan, mari kita menjadi ketua salah satu badan PBB, apa pun badan tersebut," katanya lebih lanjut.

Dino, yang juga yang juga mantan Duta Besar RI untuk AS, mengatakan terdapat banyak badan PBB, di mana jika Indonesia menjadi presiden atau ketuanya, maka Indonesia setidaknya dapat mendorong reformasi.

Ada sejumlah badan PBB yang bahkan terbukti berkinerja baik meskipun
berada di bawah tarik-ulur kepentingan kekuatan besar, katanya.

Dia memberikan contoh UNICEF, yang telah berhasil melakukan reformasi internal. Begitu pula WHO, yang dinilai mampu berbenah meskipun mengalami pengurangan anggaran.

Baca juga: Menlu: Indonesia akan tetap berada dalam sistem multilateralisme

Baca juga: Akademisi: Indonesia-China berbagi komitmen dalam memperkuat multilateralisme

Baca juga: RI harus arahkan ASEAN-PBB sebagai pilar utama multilateralisme global

Pewarta: Katriana
Editor: Azis Kurmala
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |