FMIPA UI-UKIM pasang EWAS di desa pesisir Maluku antisipasi gempa

1 month ago 25

Depok (ANTARA) - Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia (FMIPA UI) dan Fakultas Kesehatan Universitas Kristen Indonesia Maluku (UKIM) memasang enam unit Earthquake Warning Alert System (EWAS) di Kabupaten Maluku Tengah sebagai antisipasi agar siap menghadapi gempa.

Teknologi EWAS dirancang untuk membantu masyarakat menerima peringatan dini gempa secara cepat, sehingga memiliki waktu untuk merespons dan mengurangi risiko bencana.

“Pemasangan EWAS ini menunjukkan bahwa inovasi teknologi dari perguruan tinggi dapat diterapkan secara langsung untuk keselamatan masyarakat,” ujar Dosen Program Studi Geofisika dan Geologi FMIPA UI Dr Eng Supriyanto dalam keterangannya di Depok, Rabu.

Selain memberikan dukungan teknis, FMIPA UI juga mengembangkan pendekatan pemberdayaan masyarakat agar teknologi yang dipasang dapat dimanfaatkan secara optimal.

Baca juga: BNPB minta 5 provinsi kosongkan pantai hingga waspada tsunami dicabut

EWAS merupakan sistem deteksi otomatis yang mampu memberikan peringatan dini gempa dalam waktu singkat.

Menurut Supriyanto, keberadaan sistem ini akan efektif apabila diiringi dengan pemahaman masyarakat mengenai cara kerja dan respons yang tepat ketika peringatan muncul.

Kegiatan pemasangan EWAS tersebut dilaksanakan pada 10–16 November 2025 dan mencakup dua wilayah pesisir, yakni Negeri Waai dan Pulau Nusalaut.

Masing-masing lokasi dipasangi tiga unit EWAS sebagai bagian dari upaya penguatan mitigasi bencana berbasis teknologi.

Kegiatan ini terintegrasi dalam dua program pengabdian kepada masyarakat yang didukung pendanaan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).

Program pertama adalah Program Mahasiswa Berdampak: Pemberdayaan Masyarakat oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (PM-BEM) UKIM di Pulau Nusalaut yang diketuai oleh Vanny Leutualy.

Sementara program kedua merupakan Program Kolaborasi Sosial Membangun Masyarakat (Kosabangsa) Tahun Anggaran 2025 dengan fokus penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk mewujudkan desa pesisir tangguh bencana di Negeri Waai, yang diketuai oleh Joanna Cristy Patty.

Lebih dari sekadar pemasangan alat, kegiatan ini juga menekankan pentingnya pendampingan berkelanjutan. Tim FMIPA UI memberikan pendampingan agar masyarakat mampu mengoperasikan dan memanfaatkan sistem EWAS secara mandiri dalam kehidupan sehari-hari.


“Keberhasilan sebuah inovasi tidak hanya diukur dari teknologi itu sendiri, tetapi juga dari kemampuan masyarakat dalam memanfaatkannya. Sehingga, kami tidak hanya menghadirkan teknologi, tetapi juga berupaya memberdayakan masyarakat agar lebih tanggap terhadap bencana dengan mengoperasikan EWAS ini,” tambah Supriyanto.

Baca juga: Gunung Ibu masih Awas, dalam sehari terjadi puluhan gempa dangkal

Baca juga: Kota Sanana diguncang gempa 5,4 magnitudo akibat deformasi kerak bumi

Pendampingan kolaboratif yang dilakukan mencakup pengembangan ide teknologi, perancangan program pemberdayaan masyarakat, penyusunan proposal, perencanaan keuangan, pemenuhan luaran kegiatan, hingga penguatan jejaring kerja sama dengan berbagai mitra.

Dekan Fakultas Kesehatan UKIM Ambon Ns. Dene F. Sumah, menilai sinergi antar-perguruan tinggi menjadi kunci dalam menghadirkan inovasi yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

“Kolaborasi ini sangat berarti bagi penguatan kesiapsiagaan dan keselamatan masyarakat pesisir,” ujarnya.

Kehadiran EWAS di Negeri Waai dan Pulau Nusalaut menjadi langkah konkret FMIPA UI dan UKIM dalam memperkuat kesiapsiagaan masyarakat di wilayah rawan gempa. Dari kampus ke pesisir, teknologi hadir sebagai bagian dari upaya membangun ketangguhan bersama.

Pewarta: Feru Lantara
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |