Enam sopir di Terminal Pulo Gebang dilarang jalan usai tes kesehatan

1 month ago 34

Jakarta (ANTARA) - Enam pengemudi bus di Terminal Terpadu Pulo Gebang, Jakarta Timur, dilarang jalan setelah menjalani tes kesehatan di posko kesehatan selama periode angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).

"Dari hasil pemeriksaan, enam pengemudi dinyatakan tidak laik jalan, sehingga tidak diizinkan beroperasi," kata Komandan Regu Operasional Terminal Pulo Gebang Daryanto saat ditemui di Terminal Terpadu Pulo Gebang, Jakarta Timur, Senin.

Keenam pengemudi tersebut diminta untuk sementara waktu tidak mengemudikan kendaraan demi menjaga keselamatan penumpang.

Tes kesehatan pengemudi telah dilakukan sejak H-7 Natal atau 18 Desember 2025. Hingga saat ini, sebanyak 74 pengemudi telah menjalani pemeriksaan kesehatan sebagai bagian dari pengawasan keselamatan transportasi selama libur akhir tahun.

Menurut Daryanto, keputusan tersebut diambil setelah petugas kesehatan menemukan kondisi fisik pengemudi yang dinilai berisiko apabila tetap mengemudikan kendaraan.

Baca juga: Lima bus di Terminal Pulo Gebang tak laik jalan saat Nataru

Pengemudi yang tidak laik jalan langsung diarahkan untuk beristirahat dan mendapatkan penanganan kesehatan lebih lanjut sebelum kembali bertugas.

"Keselamatan adalah prioritas utama. Pengemudi yang tidak fit, tidak boleh dipaksakan membawa kendaraan," ujar Daryanto.

Langkah tegas ini dilakukan untuk mencegah potensi kecelakaan lalu lintas yang dapat membahayakan penumpang maupun pengguna jalan lainnya. Pemeriksaan kesehatan ini juga merupakan bagian penting dalam rangkaian pengamanan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.

Selain enam pengemudi yang tidak laik jalan, hasil tes kesehatan juga mencatat 30 pengemudi dinyatakan laik jalan dan 38 pengemudi laik jalan dengan catatan.

Namun, petugas posko kesehatan tetap memberikan edukasi dan imbauan agar seluruh pengemudi menjaga stamina, mengatur waktu istirahat, serta mematuhi rekomendasi kesehatan selama masa angkutan padat penumpang.

Pemeriksaan kesehatan pengemudi akan terus dilakukan di Terminal Pulo Gebang hingga berakhirnya arus balik Tahun Baru 2026 sebagai upaya meminimalkan risiko kecelakaan dan memastikan perjalanan masyarakat tetap aman.

Baca juga: Cegah kecelakaan, pengemudi bus Terminal Pulogebang jalani tes urine

Adapun pengawasan tersebut dilakukan melalui posko kesehatan yang beroperasi sejak 19 Desember 2025 hingga 5 Januari 2026.

Posko kesehatan dijaga oleh sekitar 10 hingga 15 petugas gabungan setiap harinya. Petugas berasal dari puskesmas, Suku Dinas Kesehatan, serta dinas terkait.

Menurut Daryanto, pemeriksaan kesehatan pengemudi meliputi tes urine, pengecekan tekanan darah, hingga pemeriksaan lanjutan seperti cek darah.

Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk memastikan pengemudi dalam kondisi sehat dan bebas dari pengaruh zat berbahaya saat mengemudikan kendaraan jarak jauh.

Pemeriksaan kesehatan yang tersedia yakni kesehatan umum, fisik, tensi darah, gula darah, tes urine dan pengobatan serta ambulans. Setiap harinya ada sekitar 20 sopir bus yang diperiksa kesehatannya dan melakukan tes urine.

Pemprov DKI melalui Dinas Kesehatan, Kepolisian, dan TNI juga menyiapkan posko Natal dan Tahun Baru di terminal-terminal keberangkatan bus.

Baca juga: Terminal Pulo Gebang tingkatkan layanan penumpang Natal-Tahun Baru

Selain empat terminal utama, yaitu Pulo Gebang, Kalideres, Kampung Rambutan, dan Tanjung Priok, Dishub DKI turut menyiapkan tiga terminal bantuan, yakni Terminal Muara Angke, Terminal Grogol, dan Terminal Lebak Bulus untuk melayani masyarakat pada masa angkutan Natal dan Tahun Baru.

Sementara terkait jumlah petugas yang disiagakan, secara keseluruhan mencapai 2.500 personel dari Dinas Perhubungan DKI, yang nantinya bertugas melakukan pengaturan di terminal dan pengawasan lalu lintas selama masa angkutan Natal dan Tahun Baru.

Pewarta: Siti Nurhaliza
Editor: Syaiful Hakim
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |