Ekonom UI sebut Program MBG dorong pertumbuhan sektor pertanian

2 hours ago 2
kinerja dalam perekonomian kita, kita bisa melihat pertumbuhan sektor pertanian 5,33 persen karena produknya terserap SPPG

Jakarta (ANTARA) - Ekonom Universitas Indonesia (UI) Fithra Faisal Hastiadi mengungkapkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digulirkan pemerintah turut mendorong tumbuhnya sektor pertanian karena terciptanya ekosistem ekonomi yang lebih inklusif.

Dia menyatakan di kuartal ke-4 2025 secara makro perekonomian nasional tumbuh 5,39 persen (yoy), salah satu motor penggeraknya adalah Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) yang tumbuh sebesar 6,12 persen (yoy).

"Kalau kita melihat lebih dalam lagi, kinerja dalam perekonomian kita, kita bisa melihat pertumbuhan sektor pertanian 5,33 persen karena produknya terserap SPPG," ujar dia dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu.

Menurut dia, saat ini mitra pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan pengusaha-pengusaha mulai berinvestasi di produk hulu MBG seperti pertanian dan peternakan, sehingga wajar bila terjadi lonjakan pertumbuhan di sektor pertanian akibat dari dampak positif MBG.

“Bahkan pertumbuhan sektor pertanian tahun lalu, terbilang tertinggi selama beberapa tahun terakhir," ujarnya.

Baca juga: Mentan pastikan stok telur aman meski ada kebutuhan Program MBG

Baca juga: Akademisi: MBG beri ruang perguruan tinggi implementasikan Tridarma

Dia menjelaskan pada 2025 pertumbuhan sektor pertanian 5,33 persen sedangkan di 2024 hanya 0,68 persen sedangkan di 2023 sebesar 1,31 persen.

Fithra menambahkan investasi pada sektor hulu ini dianggap sebagai solusi jangka panjang agar kebutuhan pangan program MBG tidak mengganggu stabilitas harga di pasar umum, sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional melalui peningkatan kapasitas produksi petani lokal.

Selain berdampak bagi sektor pertanian yang produk-produknya terserap langsung oleh program MBG, lanjutnya, salah satu dampak jangka pendek yang paling terasa adalah peningkatan rantai nilai (value chain) di tingkat usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) serta mendorong partisipasi aktif perempuan di sektor formal maupun informal.

"Program MBG ini jauh lebih inklusif jika kita bicara mengenai pola investasinya. Partisipasi perempuan menjadi lebih terlihat karena di sektor kuliner, peran perempuan cenderung dominan. Ini memberikan peluang ekonomi yang nyata bagi mereka," katanya.

Jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terus bertumbuh, hingga saat ini (20/2), SPPG yang dibangun telah mencapai 23 ribu unit. Diperkirakan sebanyak 1,4 juta tenaga kerja terserap secara langsung di dapur yang mengolah MBG.

Menurut data internal Badan Gizi Nasional, sekitar 55 persen pekerja dapur SPPG adalah perempuan, atau bisa dikatakan saat ini, 770 ribu pekerja yang terserap oleh Program MBG adalah perempuan.

Lebih dari itu, menurut Fithra, partisipasi aktif perempuan dalam SPPG juga berkontribusi pada pemberdayaan ekonomi. Program MBG membuka peluang kerja baru, khususnya bagi perempuan, dan berkontribusi pada peningkatan pendapatan rumah tangga.

Berdasarkan survei Research Institute of Socio-Economic Development (RISED), terhadap 1.800 orang tua, menemukan bahwa program MBG terbukti memberikan dampak positif terhadap efisiensi anggaran rumah tangga.

Peneliti RISED, M. Fajar Rakhmadi memaparkan sebanyak 36 persen responden mencatat penurunan pengeluaran harian, terutama berkat berkurangnya biaya bekal dan uang saku anak.

Meskipun 63 persen keluarga melaporkan penghematan yang masih di bawah 10 persen dari total belanja bulanan, kehadiran MBG dinilai efektif dalam menjaga stabilitas pengeluaran rutin keluarga.

Dukungan terhadap keberlanjutan Program MBG, menurut Fajar, mencapai 81 persen di kalangan orang tua rumah tangga rentan, orang tua siswa tidak sekadar melihat MBG sebagai manfaat ekonomi semata namun program tersebut juga memberikan keamanan dan kenyamanan.

Selain itu, standar gizi yang diberikan MBG sudah sangat baik di mata para orang tua siswa, tambahnya, 72 persen orang tua dalam survei setuju bahwa anak-anak jadi lebih rutin mengkonsumsi makanan bergizi sejak menerima MBG.

Baca juga: Kepala BGN: MBG bangkitkan pertanian hingga ketahanan pangan di daerah

Baca juga: Wamentan dorong produksi susu lokal diperbanyak untuk MBG

Pewarta: Subagyo
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |