Dubes Saudi: Serang negara lain di kawasan tak ada untungnya bagi Iran

5 hours ago 2

Jakarta (ANTARA) - Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Faisal bin Abdullah Al-Amudi menegaskan serangan Iran terhadap Arab Saudi dan negara kawasan tidak menguntungkan Iran.

"Kami ingin tegaskan kembali bahwa apa yang dilakukan Iran terhadap Kerajaan Arab Saudi dan negara-negara sekitarnya tak akan menghasilkan apa pun," kata Faisal dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (26/3).

Ia menilai tindakan Iran justru akan berdampak fatal bagi negara itu, termasuk memperdalam isolasi politik, ekonomi, dan regional.

Ia juga menegaskan sikap pemerintah Saudi yang mengecam serangan Iran terhadap negara-negara di Timur Tengah karena telah menimbulkan kerugian di sektor sipil, korban manusia, dan infrastruktur.

Menurut Faisal, tindakan itu melanggar norma dan hukum internasional serta prinsip hubungan bertetangga yang baik.

"Serangan-serangan ini juga berdampak negatif terhadap solidaritas dan persatuan umat Islam," katanya.

Faisal menambahkan Arab Saudi tetap mengedepankan pendekatan bijaksana dalam menghadapi provokasi Iran.

Ia menegaskan negaranya berhak membela diri, baik melalui jalur diplomatik maupun non-diplomatik.

Faisal juga menekankan pentingnya kerja sama untuk menjaga kebebasan navigasi dan perdagangan di Selat Hormuz.

Langkah tersebut diperlukan guna menghindari dampak terhadap ekonomi global serta keamanan dan perdamaian internasional.

Faisal mengatakan Arab Saudi menyambut dukungan komunitas internasional, yang tercermin dari persetujuan 136 negara anggota PBB terhadap Resolusi Dewan Keamanan PBB Nomor 2718.

Resolusi tersebut menyerukan kepada Iran untuk menghentikan serangan terhadap negara-negara di kawasan serta menghindari kebijakan provokatif.

Baca juga: Iran klaim serang situs terkait AS di Kuwait, Arab Saudi dan Bahrain
Baca juga: Arab Saudi sambut resolusi Dewan HAM PBB soal dampak serangan Iran

Pewarta: Asri Mayang Sari
Editor: Anton Santoso
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |