Pemkot minta jalur protokol di Jakut tetap berfungsi saat banjir rob

5 hours ago 1

Jakarta (ANTARA) - Wakil Wali Kota Jakarta Utara, Fredy Setiawan meminta agar seluruh jalur protokol di wilayahnya tetap berfungsi meski terjadi banjir rob atau banjir pesisir yang diprediksi BMKG terjadi pada April 2026.

“Kami meminta agar jalur-jalur protokol harus tetap berfungsi optimal saat terjadi pasang air laut maupun banjir akibat hujan lebat,” kata Fredy Setiawan di Jakarta, Kamis.

Ia menegaskan bahwa akses jalan utama tidak boleh terganggu akibat genangan air akibat banjir rob atau hujan deras di daerah setempat.

"Antisipasi jalur protokol sangat penting. Jangan sampai akses utama lumpuh karena tergenang,” kata Fredy.

Ia meminta petugas terkait harus memastikan langkah pencegahan di jalur tersebut berjalan efektif. "Jajaran kelurahan dan kecamatan untuk aktif membongkar hambatan di saluran air yang berpotensi menyebabkan penyumbatan," ujarnya.

Upaya ini dinilai penting untuk memperlancar aliran air saat terjadi peningkatan debit. Sehingga, diharapkan mampu meminimalisasi dampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat Jakarta Utara yang selama ini kerap terdampak rob.

“Mari kita kesiapsiagaan menghadapi kondisi cuaca ekstrem," kata dia.

Baca juga: SDA petakan lokasi rawan banjir rob di Jakut

Fredy menginstruksikan seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk melakukan aksi nyata serta mempercepat sinkronisasi data kebencanaan.

Dia berencana melakukan kunjungan lapangan pada 30 hingga 31 Maret 2026 untuk meninjau berbagai upaya mitigasi yang telah dilakukan.

"Segera jadwalkan kunjungan untuk melihat langsung aksi pencegahan mulai dari kesiapan perahu karet hingga progres pengerjaan tanggul mitigasi dan pembersihan saluran, seperti di wilayah RE Martadinata, Penjaringan, hingga Muara Karang," kata dia.

Sebelumnya, Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Utara memetakan sejumlah lokasi di kota setempat yang rawan terdampak banjir rob atau banjir pesisir.

“Untuk mengantisipasi potensi rob tersebut telah disiapkan berbagai langkah strategis,” kata Kepala Seksi Pemeliharaan Drainase Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Utara, Yudo Widiatmoko di Jakarta, Kamis.

Ia menjelaskan upaya yang dilakukan meliputi pembangunan dan peninggian tanggul serta pengerukan lumpur kali. Kemudian melakukan pemasangan tanggul darurat di sejumlah titik, serta pengoperasian pompa air di berbagai lokasi rawan.

Pihaknya juga telah menyiagakan 150 personel Pasukan Biru, 20 unit pompa apung, 16 unit pompa mobile serta delapan stasiun pompa lengkap dengan operatornya untuk menyedot air ketika terjadi banjir.

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |