Jakarta (ANTARA) - Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Bangladesh dan Nepal, Listyowati resmi menyerahkan Surat Kepercayaan (Letters of Credence) kepada Presiden Republik Rakyat Bangladesh Mohammed Shabuddin di Bangabhaban, Dhaka, Kamis (22/1).
"Penting bagi kedua negara untuk mendorong solusi konkret dalam kerangka Indonesia–Bangladesh Preferential Trade Agreement (PTA) guna meningkatkan akses pasar, menyeimbangkan perdagangan dan mendorong diversifikasi produk unggulan bernilai tambah," katanya dalam siaran pers KBRI Dhaka di Jakarta, Jumat.
Listyowati juga menyampaikan kesiapan Indonesia untuk mendukung dan berpartisipasi dalam proyek-proyek energi di Bangladesh, termasuk melalui peluang kerja sama Government-to-Government (G-to-G).
"Komitmen ini melanjutkan hasil High Level Economic Delegation (HLED) Indonesia ke Bangladesh pada Mei 2025 yang dipimpin Wakil Menteri Luar Negeri Arrmanatha C. Nasir sekaligus menegaskan peran Indonesia sebagai mitra utama ketahanan energi Bangladesh, termasuk sebagai pemasok utama batubara," katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Listyowati menyebut Indonesia akan menjadi Ketua D-8 dan berharap Bangladesh berpartisipasi aktif dalam mendorong kerja sama negara berkembang, khususnya di sektor ekonomi halal, ekonomi biru, transformasi digital, dan pembangunan berkelanjutan.
Disebutkan pula bahwa Indonesia dan Bangladesh terus memperkuat kerja sama di berbagai organisasi dan forum internasional di kawasan
Pada saat yang sama, Indonesia turut mendorong penguatan kerja sama people-to-people, antara lain melalui pemberian beasiswa, sebagai bagian dari upaya mempererat hubungan antar-masyarakat dan pembangunan sumber daya manusia kedua negara.
Menanggapi hal itu, Presiden Bangladesh menyampaikan apresiasi dan dukungan atas komitmen Indonesia untuk meningkatkan kerja sama bilateral di berbagai bidang, dan mendorong penguatan people-to-people contact dan konektivitas antara kedua negara.
Pewarta: Asri Mayang Sari
Editor: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































