Dua tim Indonesia kantongi tiket final para bulu tangkis APG 2025

2 weeks ago 22

Jakarta (ANTARA) - Dua tim ganda campuran SL3-SU5 Indonesia mengantongi tiket ke babak final para bulu tangkis ASEAN Para Games (APG) 2025 setelah mengalahkan dua tim Thailand pada babak semifinal di SPADT Convention Center, Thailand, Jumat.

Tim Indonesia di Grup A yang diperkuat pasangan Leani Ratri Oktila/Himkat Ramdani melaju ke babak pamungkas setelah mengatasi pasangan tuan rumah Darunee Henpriawan/Nattaphon Thaweesap 21-10, 21-11.

Oktila/Ramdani melangkah mulus pada babak penyisihan di grup dengan mengalahkan wakil Filipina dengan skor telak 21-8, 21-1 dan mengatasi wakil Thailand Darunee Henpraiwan/Nattaphon Thaweesap 17-21, 21-14, 21-13.

Sedangkan, pasangan Indonesia yang bersaing di Grup B Khalimatus Sadiyah/Fredy Setiawan juga mengamankan tiket di babak final dengan mengalahkan pasangan Thailand B Chanida Srinavakul/Siripong Teamaprom 17-21, 22-20, 21-6.

Di babak penyisihan, Sadiyah/Setiawan juga membungkam wakil Thailand Chanida/Siripong 21-8, 21-10 serta wakil Filipina dengan 21-4, 21-8.

Dengan mengantongi dua tiket di babak pamungkas itu, tim para bulu tangkis membuka peluang merebut medali emas pertama mereka di cabang para bulu tangkis untuk Kontingen Indonesia di APG 2025.

Hingga Jumat (23/1) pukul 14.30 WIB, jumlah medali emas yang dikoleksi Kontingen Indonesia sebanyak 55. Puluhan medali itu dipersembahkan para atlet dari cabang boccia, para atletik, para balap sepeda, para anggar, para judo, para angkat beban, para renang, para tenis meja, para menembak, dan tenpin bowling.

Perolehan medali tersebut menempatkan Kontingen Merah Putih di peringkat kedua klasemen sementara APG 2025, di bawah Thailand dengan 94 emas, serta tetap menjaga jarak dari Malaysia di peringkat ketiga dengan 26 emas.

Baca juga: Jendi sabet dua emas, para renang tambah 16 medali

Baca juga: Gischa tambah emas boccia usai menangkan final sesama Indonesia

Baca juga: Handayani rebut emas pertama boccia untuk Indonesia di APG 2025

Pewarta: Aloysius Lewokeda
Editor: Eka Arifa Rusqiyati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |