DPR: Perlu penguatan peran lintas kementerian di Sekolah Rakyat

5 hours ago 2

Banjarbaru (ANTARA) - Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal menilai perlunya penguatan sinergi lintas kementerian dalam mendukung penyelenggaraan Sekolah Rakyat agar layanan pendidikan dapat berjalan secara komprehensif dan berkelanjutan.

“Keterlibatan berbagai kementerian diperlukan untuk memastikan seluruh aspek pendidikan, mulai dari kurikulum hingga pembinaan karakter siswa dapat terpenuhi secara optimal dan terintegrasi,” ujarnya di sela kunjungan kerja ke Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 9 Banjarbaru di Banjarbaru, Kalimantan Selatan (Kalsel), Rabu.

Baca juga: DPR: Sekolah Rakyat konsisten tempa karakter siswa berdaya saing

Menurutnya, koordinasi antara kementerian yang membidangi sosial dan pendidikan perlu diperjelas, terutama dalam hal pembagian tanggung jawab terkait pengelolaan kurikulum dan sistem pembelajaran.

“Pentingnya kehadiran kementerian lain, contohnya yang membidangi pendidikan keagamaan untuk memperkuat pembinaan moral dan spiritual siswa di lingkungan sekolah berbasis asrama,” ucapnya.

Ia menegaskan bahwa DPR membuka ruang evaluasi terhadap skema pengelolaan Sekolah Rakyat agar tidak terjadi tumpang tindih kewenangan antar-lembaga yang dapat menghambat pelaksanaan program.

Ia mendorong adanya forum koordinasi rutin antar-kementerian untuk membahas dan menyelesaikan berbagai persoalan teknis yang muncul di lapangan secara cepat dan efektif.

Baca juga: DPR dorong percepatan usulan Sekolah Rakyat di 13 kab/kota se-Kalsel

Baca juga: DPR: Sekolah Rakyat ubah persepsi pendidikan bagi masyarakat rentan

Dia menekankan bahwa pendekatan kolaborasi menjadi kunci utama dalam memastikan keberhasilan program yang bersifat lintas sektor seperti Sekolah Rakyat.

“Langkah ini untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan di Sekolah Rakyat dan memberikan dampak luas bagi masyarakat,” ujar Cucun.

Pewarta: Tumpal Andani Aritonang
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |