Jakarta (ANTARA) - Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni meminta Polda Metro Jaya untuk mengintensifkan patroli dan razia mencegah balapan liar di seluruh wilayah DKI Jakarta terutama di akhir bulan Ramadhan 1447 Hijriah/2026.
Sahroni dalam keterangannya di Jakarta, Senin menilai patroli rutin itu penting guna menindaklanjuti laporan masyarakat yang mengeluhkan maraknya balapan liar serta konvoi motor menggunakan knalpot brong.
"Saya minta Polda Metro Jaya menginstruksikan seluruh Polres di Jakarta agar lebih rutin menggelar patroli dan razia di malam terakhir Ramadhan ini,” kata Sahroni.
Permintaan itu juga didasari oleh hasil razia dan patroli yang dilakukan oleh Polda Metro Jaya pada Minggu (15/3), di mana petugas patroli menjaring sejumlah remaja yang melakukan konvoi sepeda motor sambil menyalakan petasan di jalan raya yang mengganggu ketertiban umum.
Dalam operasi itu, petugas menyita puluhan petasan serta atribut bendera yang dibawa para pelaku konvoi dan balapan liar. Penindakan itu dilakukan di beberapa titik strategis sekaligus di Jakarta.
Oleh karena itu, Sahroni meminta seluruh jajaran Polres yang ada di wilayah hukum Polda Metro Jaya untuk meningkatkan patroli dan razia pada malam akhir Ramadhan.
"Laporan dari masyarakat makin banyak soal balapan liar, konvoi motor sampai knalpot berisik yang sangat meresahkan. Kasihan juga masyarakat dan rumah ibadah, seperti masjid, yang berada persis di pinggir jalan. Jadi enggak bisa khusyuk ibadah malamnya," ujarnya.
Menurut Sahroni, situasi tersebut perlu segera ditertibkan karena selain membahayakan keselamatan, aktivitas tersebut juga mengganggu ketertiban masyarakat, terutama di sepuluh malam terakhir Ramadhan di saat banyak warga menjalankan ibadah malam.
"Apalagi kita sedang masuk sepuluh malam terakhir Ramadhan, di mana banyak umat Muslim menjalankan ibadah malam," tuturnya.
Dia melanjutkan jika jalanan dipakai untuk trek-trek-an atau konvoi sambil menyalakan petasan tentu sangat mengganggu dan juga membahayakan.
"Jadi, menurut saya polisi perlu lebih tegas menertibkan, karena aksi seperti ini jelas lebih banyak mudaratnya," ucap Sahroni.
Baca juga: DPR minta polisi usut pelaku penyiraman air keras ke Andrie Yunus
Baca juga: Sahroni klaim tak akan terima gaji DPR setelah mulai aktif kembali
Baca juga: Komisi III DPR minta polisi usut temuan aktivitas penjualan tramadol
Pewarta: Laily Rahmawaty
Editor: Benardy Ferdiansyah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































