Jakarta (ANTARA) - Anggota Komisi VIII DPR RI Maman Imanul Haq meminta masyarakat di Tanah Air terus mengikuti perkembangan informasi resmi dari pemerintah terkait dengan situasi terkini erupsi Gunung Anak Krakatau.
"Ikuti informasi dan arahan resmi dari pemerintah, BPBD, BNPB, PVMBG, serta aparat setempat," kata Maman di Jakarta, Senin.
Menurutnya, hal itu akan mencegah masyarakat menjadi panik akibat informasi yang tidak benar. Ia juga mengingatkan masyarakat tetap tenang, namun tidak meremehkan potensi bahaya.
Baca juga: Badan Geologi: Erupsi menerus Gunung Anak Krakatau telah berakhir
“Aktivitas di luar rumah juga sebaiknya dikurangi dan pintu serta jendela ditutup untuk mengurangi masuknya abu ke dalam rumah. Masyarakat juga perlu melindungi sumber air dan makanan agar tidak terkontaminasi abu vulkanik," katanya.
Berikutnya Maman meminta pemerintah memperkuat kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi erupsi Gunung Anak Krakatau. Kesiapsiagaan dini, menurut dia, akan mengurangi risiko negatif baik dari jumlah korban maupun kerusakan material.
Baca juga: Badan Geologi: Abu vulkanik Anak Krakatau tersebar ke lima provinsi
Baca juga: IDAI beri rekomendasi pencegahan dampak abu vulkanik pada anak
“Erupsi gunung berapi memang tidak selalu bisa dicegah, tetapi risikonya bisa dikurangi. Karena itu pemerintah harus hadir dengan sistem peringatan dini yang kuat, informasi yang cepat dan akurat, serta perlindungan yang benar-benar sampai kepada masyarakat,” ujarnya.
Diketahui, saat ini sejumlah gunung berapi di berbagai daerah menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik antara lain Gunung Anak Krakatau yang berstatus Waspada, Gunung Semeru berstatus Siaga, Gunung Ibu di Maluku Utara, dan Gunung Ili Lewotolok di Nusa Tenggara Timur berstatus Siaga.
Maman kemudian menegaskan mitigasi bencana tidak boleh hanya dilakukan ketika erupsi terjadi. Menurutnya, pemerintah perlu memastikan seluruh sistem kesiapsiagaan berjalan sejak dini, mulai dari pemantauan aktivitas gunung api, penyampaian informasi kepada masyarakat, hingga kesiapan evakuasi dan pemenuhan kebutuhan warga terdampak.
Baca juga: Kemenkes paparkan metode penanganan abu vulkanik secara aman
Baca juga: Kemenkes: 3,3 juta lansia berisiko terdampak abu erupsi Anak Krakatau
Pewarta: Tri Meilani Ameliya
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
















































