Jakarta (ANTARA) -
Dokter spesialis gizi klinik dr. Maryam, Sp.GK mengingatkan bahwa keberhasilan program penurunan berat badan tidak cukup diukur dari angka timbangan karena kondisi tubuh yang lebih sehat ditentukan oleh komposisi tubuh secara keseluruhan, termasuk pentingnya menjaga massa otot.
"Jangan sampai kita diet mati-matian, tapi pas diukur ternyata massa ototnya yang turun, sedangkan lemaknya cuma turun sedikit," kata Maryam dalam Bamed Seminar Media bertajuk "Comprehensive Aesthetic and Wellness: Integrated and holistic approach to better wellbeing" di Jakarta, Kamis.
Selain menurunkan berat badan, lanjut Maryam, tujuan pengelolaan berat badan saat ini juga membentuk komposisi tubuh yang lebih sehat melalui pengurangan lemak dan menjaga massa otot.
Maryam menjelaskan obesitas pada dasarnya merupakan kondisi kelebihan lemak tubuh, bukan sekadar kelebihan berat badan, karena itu, evaluasi komposisi tubuh menjadi penting untuk mengetahui perubahan yang terjadi selama menjalani program diet.
Baca juga: Cara melindungi dari kehilangan massa otot setelah usia 30 tahun
Ia mencontohkan seseorang dapat terlihat kurus atau memiliki berat badan normal, tetapi memiliki persentase lemak tubuh yang tinggi atau dikenal dengan istilah "skinny fat".
Menurut dia, keberhasilan pengelolaan berat badan dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari komposisi tubuh, metabolisme, hormon, tingkat stres, hingga kualitas tidur. Karena itu, pendekatan yang digunakan perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing individu.
Ahli gizi lulusan Universitas Indonesia itu mengatakan salah satu tantangan dalam proses penurunan berat badan adalah risiko kehilangan massa otot yang justru berperan penting dalam menjaga metabolisme tubuh.
"Ketika seseorang menjalani proses penurunan berat badan, salah satu tantangan yang perlu diperhatikan adalah risiko kehilangan massa otot. Padahal, massa otot memiliki peran penting terhadap metabolisme tubuh dalam jangka panjang," ujarnya.
Oleh karena itu, ia menyarankan masyarakat tidak hanya berfokus pada penurunan angka timbangan, tetapi juga memperhatikan perubahan komposisi tubuh agar hasil yang diperoleh dapat mendukung kesehatan secara berkelanjutan.
Baca juga: Latihan beban bisa jadi pilihan untuk lansia dalam bangun massa otot
Baca juga: Ahli anestesi ingatkan massa otot menurun seiring pertambahan usia
Baca juga: Lawan pengurangan massa otot dengan olahraga dan nutrisi tepat
Pewarta: Farika Nur Khotimah
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































