Mataram (ANTARA) - Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), menyalurkan beras bantuan sebanyak tiga ton kepada 300 Kepala Keluarga (KK) korban bencana hidrometeorologi di Kecamatan Ampenan.
Kepala DKP Kota Mataram Sudirman di Mataram, Sabtu, mengatakan beras tersebut bersumber dari beras cadangan pangan bencana Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram tahun 2026.
"Bantuan sudah kami salurkan melalui posko logistik di Kampung Bugis, Ampenan, pada Jumat (23/1-2026)," katanya.
Menurutnya, sebanyak tiga ton beras yang didistribusikan itu khusus untuk korban bencana hidrometeorologi berupa gelombang pasang, angin kencang, banjir rob, dan banjir akibat luapan air sungai.
Ia mengatakan beras yang disalurkan itu sudah dikemas per 10 kilogram untuk memudahkan pendistribusian kepada para korban. Pihaknya bertugas mendistribusikan beras sampai ke posko logistik Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Kota Mataram, yang sekaligus menjadi dapur umum.
Sedangkan untuk pembagian ke korban terdampak, kata dia, menjadi ranah pihak kelurahan. "Tujuannya agar bantuan bisa tepat sasaran, sesuai dengan nama korban terdampak yang diajukan pihak kelurahan dan kecamatan," katanya.
Sementara, lanjut Sudirman, untuk pendistribusian bantuan beras bagi korban bencana hidrometeorologi di kecamatan lainnya masih menunggu usulan dari masing-masing lurah dan kecamatan.
Bantun beras cadangan pangan itu, kata dia, tidak bisa dikeluarkan serta merta tanpa ada usulan dari pihak kelurahan dan kecamatan. Usulan itula, yang menjadi dasar DKP untuk pengajuan Surat Keputusan (SK) kepala daerah.
"Kami harap pihak kelurahan dan kecamatan segera mengusulkan data warga mereka yang menjadi korban bencana hidrometeorologi. Makin cepat, lebih bagus," katanya.
Sudirman mengakui stok beras cadangan pangan bencana yang ada di DKP untuk tahun 2026 sebanyak 20 ton. Hingga saat ini, baru dikeluarkan 3 ton untuk korban di Kecamatan Ampenan.
"Jadi, kami masih punya stok beras cadangan pangan sebanyak 17 ton," katanya.
Pewarta: Nirkomala
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































