DKI tambah empat pompa di Rawa Buaya Jakbar

1 week ago 16

Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menambah empat pompa penyedot air untuk menangani banjir di Kelurahan Rawa Buaya, Jakarta Barat (Jakbar) sehingga diharapkan genangan dapat segera surut.

"Saat ini sudah ada tambahan empat pompa, sehingga total pompa di lokasi ini menjadi tujuh unit," kata Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat meninjau warga terdampak banjir yang mengungsi di Masjid Jami Baitul Rahmat, Kelurahan Rawa Buaya, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat.

Dalam kunjungan tersebut, Gubernur Pramono juga menyerahkan berbagai bantuan, antara lain beras 500 kilogram, minyak goreng 50 kantong, mi instan 50 dus, kasur lipat 50 buah, matras 100 buah, selimut 100 buah, 100 paket keluarga, serta pakaian anak (kids wear) 10 paket.

Selain itu, terdapat bantuan tambahan dari PMI Provinsi DKI Jakarta berupa minyak penghangat tubuh.

Ia menjelaskan, hal itu dilakukan karena warga berharap air segera surut.

Baca juga: Banjir mulai surut, Daan Mogot sudah bisa dilintasi kendaraan

Untuk itu, lanjutnya, pihaknya telah memerintahkan Kepala Dinas Sumber Daya Air untuk menambah pompa di kawasan itu.

"Kami datang ke pengungsian di Rawa Buaya untuk memastikan kebutuhan warga terpenuhi. Bantuan yang diberikan disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan," ujarnya.

Menurut dia, tercatat sebanyak 45 kepala keluarga atau 177 jiwa berada di lokasi pengungsian tersebut.

Gubernur Pramono memastikan penanganan banjir berjalan optimal dan seluruh pengungsi dalam kondisi sehat.

Selain penambahan pompa, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sebagai upaya mengurangi intensitas curah hujan.

Baca juga: TNI-Polri pantau warga terdampak banjir di Bidara Cina Jaktim

OMC terus dilakukan dengan intensitas minimal dua kali dan maksimal tiga kali dalam sehari sesuai kebutuhan.

"Tujuan utama kita adalah menurunkan curah hujan agar masyarakat yang mengungsi dapat segera kembali ke rumah masing-masing," katanya.

Terkait sejumlah wilayah di Jakarta Barat yang terdampak banjir cukup parah, Gubernur Pramono menjelaskan kondisi tersebut dipengaruhi oleh kiriman air dari wilayah hulu, terutama dari Tangerang dan Tangerang Selatan, melalui sejumlah sungai, seperti Sungai Angke, Pesanggrahan dan Mookervart yang bermuara di Cengkareng Drain.

“Permukaan air di Cengkareng Drain sudah mengalami penurunan dari 350 menjadi 315. Batas aman berada di angka 310 dan ini terus kami kejar," katanya.

Ia menambahkan, sejumlah ruas jalan, seperti Jalan Daan Mogot, sebagian besar sudah dapat dilalui, dengan sisa satu titik genangan di KM 13.

Baca juga: Akibat banjir, ratusan warga Bidara Cina mengungsi ke tiga lokasi

Dalam penanganan banjir di Jakarta Barat, telah dikerahkan 152 pompa stasioner, 49 rumah pompa, 76 pompa portabel dan 60 pompa apung.

Selain itu, digunakan pula alat berat berupa 99 truk, tiga krane, enam jeting kombi, 59 ekskavator, satu pemuat mandiri dan satu pemuat beroda.

Sebanyak empat unit pompa perbantuan juga dikerahkan dari Suku Dinas SDA Jakarta Utara dan Jakarta Pusat untuk mempercepat penanganan banjir.

Pemprov DKI Jakarta juga menyediakan pos kesehatan dan layanan sosial bagi warga yang mengungsi di berbagai titik. Kolaborasi lintas perangkat daerah di lingkungan Pemprov DKI Jakarta terus diperkuat untuk memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi dan banjir segera surut.

Pewarta: Khaerul Izan
Editor: Edy Sujatmiko
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |